Brigade Pangan Jadi Wajah Baru Regenerasi Petani di Kaltim

  • 03 Jul 2026 13:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional tidak hanya dilakukan melalui optimalisasi lahan dan peningkatan produksi. Pemerintah kini mulai menyiapkan regenerasi petani dengan melibatkan generasi muda melalui Brigade Pangan, sebuah kelembagaan baru yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertanian modern di Kalimantan Timur.

Program tersebut menjadi bagian dari Gerakan Tanam Serentak 50.000 hektare yang dilaksanakan serentak di 25 provinsi, termasuk di Kelurahan Sambutan, Kota Samarinda, 3 Juli 2026. Selain mempercepat masa tanam, kegiatan itu juga menjadi ruang kolaborasi antara petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan anak-anak muda yang mulai terjun ke sektor pertanian.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian, Dr. Muhammad Amin, mengatakan penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam membangun pertanian berkelanjutan. Karena itu, Brigade Pangan dibentuk untuk menghadirkan generasi muda yang mampu mengawal proses budidaya sekaligus mengadopsi teknologi pertanian.

"Brigade Pangan ini merupakan kelembagaan baru yang menghadirkan anak-anak muda untuk ikut terlibat dalam sektor pertanian. Mereka didampingi penyuluh dalam mengawal program-program pertanian di daerah," katanya.

Menurut Muhammad Amin, Kalimantan Timur memiliki modal yang cukup baik untuk mengembangkan pertanian. Selain didukung potensi lahan dan ketersediaan air, daerah ini juga memiliki jaringan penyuluh pertanian yang berperan sebagai pendamping sekaligus penghubung berbagai program pemerintah dengan petani di lapangan.

Peran penyuluh dinilai semakin penting karena transformasi pertanian saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada perubahan cara bertani. Petani didorong memanfaatkan teknologi, mekanisasi, hingga pola budidaya yang lebih efisien agar mampu meningkatkan produktivitas lahan.

Selama beberapa tahun terakhir, isu regenerasi petani menjadi perhatian nasional. Data berbagai lembaga menunjukkan sebagian besar petani Indonesia berada pada kelompok usia lanjut, sementara minat generasi muda untuk bertani masih relatif rendah. Kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan sektor pertanian apabila tidak diimbangi hadirnya petani-petani baru.

Melalui Brigade Pangan, pemerintah berupaya mengubah pandangan bahwa bertani bukan lagi identik dengan pekerjaan tradisional. Sebaliknya, pertanian mulai diarahkan menjadi sektor yang memanfaatkan inovasi, alat dan mesin modern, serta pengelolaan berbasis teknologi sehingga lebih menarik bagi generasi muda.

"Penyuluh menjadi garda depan dalam melakukan pendampingan. Mereka akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh program pertanian berjalan dengan baik," ujarnya.

Bagi Kalimantan Timur, kehadiran Brigade Pangan memiliki arti strategis. Di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diproyeksikan meningkatkan kebutuhan pangan, keberhasilan daerah menjaga produksi tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga pada ketersediaan sumber daya manusia yang mampu mengelola pertanian secara modern dan berkelanjutan.

Karena itu, regenerasi petani menjadi investasi jangka panjang. Ketika anak-anak muda mulai melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan dan didukung teknologi, peluang Kalimantan Timur untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus menopang kebutuhan kawasan IKN akan semakin besar. Di titik inilah Brigade Pangan tidak sekadar menjadi program pemerintah, tetapi menjadi upaya menyiapkan generasi baru yang akan menjaga keberlanjutan pertanian di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....