TNI AD Terus Dorong Pembangunan Berau Melalui Program Strategis Nasional

  • 17 Agt 2026 19:17 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Berau - Kesenjangan pembangunan antar wilayah masih menjadi tantangan yang mendapat perhatian serius dari pemerintah. Di Kabupaten Berau, TNI Angkatan Darat (TNI AD) turun tangan langsung mengawal dan melaksanakan berbagai Program Strategis Nasional demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pelosok daerah. Fokus utama program ini meliputi sektor ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur jembatan, hingga penyediaan fasilitas air bersih.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 0902/Berau, Letnan Kolonel Infanteri Muhammad Faisal Idris, dalam sesi Podcast Obrolan Program Strategis Nasional, Sabtu 15 Agustus 2026. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi Presiden RI untuk menekan disparitas pembangunan antara Pulau Jawa dan luar Jawa, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.

Salah satu ujung tombak program TNI AD di Berau saat ini adalah sektor ketahanan pangan melalui program Cetak Sawah Rakyat. Pada tahun ini, target pembukaan lahan sawah mencapai 1.371,5 hektar yang tersebar merata di berbagai wilayah, mulai dari kawasan pesisir hingga Kecamatan Segah.

"Saat ini progresnya sudah mencapai 30 persen dan terus berjalan," ujar Letkol Inf Muhammad Faisal Idris.

Ia menjelaskan, pembukaan lahan ini disinkronisasikan secara ketat dengan pembangunan sistem irigasi, agar lahan yang baru dicetak dapat langsung digarap maksimal oleh petani. Peran TNI dalam hal ini murni sebagai fasilitator infrastruktur awal, sementara pengelolaan lahan sepenuhnya diserahkan kepada Kelompok Tani (Poktan) di masyarakat.

Selain ketahanan pangan, mobilitas dan kesehatan masyarakat juga menjadi prioritas. Hingga saat ini, TNI telah merampungkan pembangunan 6 unit jembatan yang krusial bagi akses warga (2 titik di Batu Putih, 1 di Sambaliung, 1 di Labanan, dan 1 di Segah). Jembatan ini dinilai sangat vital untuk memudahkan anak-anak pergi ke sekolah, mengangkut hasil panen, hingga melancarkan mobilitas lintas provinsi. Ke depannya, TNI merencanakan pembangunan tambahan di 13 titik lainnya.

Di sektor sanitasi dan kesehatan, TNI AD merespons tingginya kebutuhan masyarakat pelosok yang belum terjangkau akses PDAM dengan membangun fasilitas air bersih di 6 titik, termasuk di Labanan dan Gunung Tabur.

Program pembangunan strategis ini juga didukung oleh program tahunan seperti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan Karya Bakti yang menyasar perbaikan jalan akses desa, bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pencegahan stunting.

Sebagai langkah inovatif jangka panjang, TNI AD juga tengah menyiapkan pembentukan Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan. Satuan khusus ini akan dipusatkan di kawasan Labanan. Kehadiran satuan ini ditugaskan murni untuk membantu kesulitan masyarakat di wilayah-wilayah yang masih terpencil.

Dalam pelaksanaannya, Dandim tidak menampik adanya tantangan di lapangan. Salah satunya adalah kendala pembebasan lahan, di mana beberapa area yang dialokasikan untuk cetak sawah ternyata telah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit. Untuk mengatasi hal ini, TNI AD terus mengedepankan proses verifikasi yang teliti serta bersinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kejaksaan, dan elemen masyarakat agar terhindar dari konflik.

"Pesan kami kepada masyarakat Berau, apa yang sudah dibangun ini tolong dijaga kelanjutannya. Kami berharap infrastruktur seperti sawah, jembatan, dan air bersih ini bermanfaat dalam jangka panjang dan roda perekonomian dapat berjalan lancar," ucap Letkol Inf Muhammad Faisal Idris.

Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan warga, Kabupaten Berau diharapkan dapat terus bergerak maju, mandiri, dan sejahtera. (DiskominfoBerau)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....