Pesan Pangdam VI/Mulawarman saat Lantik 650 Manajer Koperasi Merah Putih
- 31 Jul 2026 17:55 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan - Program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) resmi berakhir melalui upacara penutupan di Lapangan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan strategis ini meluluskan 650 sarjana dari berbagai provinsi yang telah menempuh pelatihan intensif selama enam minggu sejak Juni lalu.
Para lulusan ini disiapkan untuk mengelola Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, bertindak selaku inspektur upacara dan membacakan amanat dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut, ditegaskan program KDKMP dan KNMP merupakan inisiatif prioritas Presiden untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
"Meningkatkan produktivitas, memperluas kesempatan kerja, serta mewujudkan pemerataan pembangunan nasional," kata Mayjen TNI Krido Pramono saat membacakan amanat.
Pemerintah berharap para alumni diklat mampu menjaga dan menerapkan nilai-nilai kedisiplinan serta loyalitas yang telah ditanamkan selama masa pendidikan bela negara. Selepas upacara formal, para peserta juga menampilkan berbagai atraksi ketangkasan fisik yang memukau.
Demonstrasi mematahkan bata ringan dengan tangan kosong hingga melompati lingkaran api menjadi bukti ketangguhan mental yang berhasil dibentuk.
Kebanggaan mendalam dirasakan oleh Syafriyah Murli Puspita, peserta asal Surabaya sekaligus lulusan terbaik program Diklat SPPI KDKMP dan KNMP 2026. Sarjana Sistem Informasi dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel ini mengaku mendapat banyak pelajaran berharga mengenai kepemimpinan dan manajerial. "Kami di sini diajarkan disiplin tetapi kegiatannya seru," ujar Syafriyah pascapenutupan acara diklat.
Kurikulum diklat tahun ini memang menitikberatkan pada keseimbangan antara pembekalan bela negara dan kemampuan manajemen taktis lembaga. Kementerian Pertahanan menerapkan pendekatan ini sebagai hasil evaluasi ketat guna memastikan aspek keselamatan peserta tetap terjaga. Melalui pembekalan yang matang, para manajer muda ini dinilai siap menghadapi tantangan tata kelola ekonomi di lapangan.
Apresiasi tinggi terhadap keberlanjutan program ini juga datang dari pihak keluarga peserta yang hadir dalam upacara penutupan tersebut. Thirsa Melinda, salah satu kakak kandung peserta asal Kelurahan Sepinggan Baru, menyatakan rasa haru dan bangganya atas pencapaian sang adik. Menurutnya, program ini menjadi jembatan yang sangat efektif bagi para lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata.
Pihak keluarga berharap program rintisan yang baru pertama kali diadakan ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan oleh pemerintah pada tahun-tahun anggaran berikutnya. "Kami merasa program ini sangat membantu dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi siswa yang telah lulus dari pendidikannya dan mendapat pengalaman bagi bekal mereka dalam pekerjaannya," ucap Thirsa
Pascapelantikan, seluruh sarjana penggerak pembangunan ini akan langsung diterjunkan ke berbagai wilayah pedesaan dan kawasan pesisir di Indonesia.
Mereka mengemban misi besar untuk mengaktivasi potensi ekonomi lokal melalui pengelolaan koperasi berbasis komunitas. Kehadiran para manajer muda ini diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat secara nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....