SNT PPU Dibangun Rp250 Miliar, 5.000 Siswa Ikut Seleksi

  • 13 Agt 2026 06:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara – Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), ditargetkan mulai November 2026 dengan anggaran sekitar Rp250 miliar.

Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan pembangunan sekolah jenjang SMP tersebut kini memasuki tahap akhir persiapan. Pemerintah daerah sebelumnya telah menandatangani Berita Acara Serah Terima dengan pemerintah pusat sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan program.

“Kalau sesuai informasi dari Kementerian, pelaksanaan fisiknya direncanakan mulai November. Kita harapkan seluruh prosesnya berjalan lancar,” kata Mudyat Noor, Rabu 12 Agustus 2026.

Menurut Mudyat, SNT menjadi bagian dari program strategis pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan berkualitas. Kehadirannya juga diharapkan memperkuat upaya pemerintah daerah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi perkembangan pembangunan.

Pembangunan sekolah dengan nilai sekitar Rp250 miliar tersebut tidak hanya diarahkan pada penyediaan fasilitas pendidikan. Pemkab PPU menargetkan SNT menjadi salah satu sarana untuk membentuk generasi yang memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing.

Kebutuhan tersebut dinilai semakin penting karena PPU berada di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara. Perkembangan kawasan tersebut membuka peluang pembangunan dan ekonomi yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia lokal dengan kompetensi yang memadai.

“Ini bagian dari upaya kita menyiapkan SDM yang unggul, maju, dan mampu bersaing di masa depan, khususnya dalam menghadapi dinamika pembangunan kawasan penyangga IKN,” kata Mudyat.

Meski sekolah diperuntukkan bagi putra-putri daerah, penerimaan peserta didik tidak dilakukan secara otomatis. Calon siswa tetap harus mengikuti proses seleksi karena sistem pendidikan SNT mengacu pada standar internasional.

Pemkab PPU memperkirakan sekitar 5.000 calon siswa berpotensi mengikuti proses seleksi untuk mendapatkan kesempatan belajar di sekolah tersebut. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya potensi peminat dibandingkan daya tampung sekolah.

“Memang siswanya dari Penajam, tetapi tetap harus melalui tes karena standarnya memang internasional,” ujar Mudyat.

Program SNT tersebut juga menjadi kesempatan yang relatif terbatas di Kalimantan Timur. Dari kabupaten dan kota di Kaltim, PPU dan Kabupaten Mahakam Ulu disebut mendapatkan undangan untuk mengikuti program tersebut.

Pemkab PPU terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana. Koordinasi tersebut juga diarahkan agar program memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat daerah.

Bagi PPU, kehadiran SNT tidak hanya menambah pilihan fasilitas pendidikan. Sekolah tersebut diharapkan menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas SDM lokal di tengah perkembangan kawasan penyangga IKN.

Mudyat berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Pemerintah daerah ingin anak-anak PPU memperoleh akses pendidikan berkualitas dan memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Pemerintah daerah terus berupaya agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kita ingin anak-anak PPU memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan nantinya mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya, mengakhiri.

Dengan target konstruksi dimulai November 2026, perhatian Pemkab PPU kini tidak hanya tertuju pada kesiapan pembangunan fisik. Pemerintah juga perlu memastikan proses seleksi dan persiapan peserta didik berjalan transparan sehingga kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas dapat diakses putra-putri daerah sesuai ketentuan program.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....