TNI Rehabilitasi 149 Rumah Tak Layak Huni di Kaltim, Danrem Ungkap Kisah Haru

  • 16 Agt 2026 13:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Sebanyak 149 rumah tidak layak huni di sejumlah wilayah Kalimantan Timur telah direhabilitasi melalui program TNI. Rumah-rumah tersebut kini telah ditempati kembali oleh masyarakat dengan kondisi yang lebih layak.

Komandan Korem (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Brigjen TNI Anggara Sitompul, mengatakan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dilakukan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) maupun dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

“Selama saya di sini ada sekitar 149 titik rumah tidak layak huni tersebar di beberapa kabupaten kota yang sudah kita bangun. Ada yang dari program TMMD, ada juga yang bersumber dari CSR perusahaan,” ujar Anggara, dikutip dari podcast bersama RRI Samarinda, Minggu, 16 Agustus 2026.

Di balik ratusan rumah yang diperbaiki, terdapat cerita yang membekas bagi Anggara. Salah satunya, ketika ia menyerahkan kunci rumah kepada sebuah keluarga yang sebelumnya tinggal di hunian dengan kondisi yang jauh dari layak.

Anggara mengingat, keluarga tersebut sangat terharu ketika rumah selesai dibangun. Saat prosesi penyerahan kunci, sang ibu bahkan menangis karena akhirnya keluarganya dapat tinggal di rumah yang lebih layak. Momen tersebut semakin membekas saat anak keluarga tersebut mulai melihat kamar yang ada di rumah barunya.

“Ketika kita bangunkan, kemudian kita gunting pita, kita berikan kunci, yang menangis waktu itu adalah istrinya. Dia berterima kasih kepada kita sehingga mereka bisa hidup layak seperti itu,” kata Danrem.

Danrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Brigjen TNI Anggara Sitompul, saat menceritakan kisah haru program rehabilitasi rumah tak layak huni dalam podcast bersama RRI Samarinda. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Bagi Anggara, cerita seperti itu menunjukkan bahwa program revitalisasi sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk kelompok tidak mampu. Karena itu tak hanya bagi masyarakat umum saja, program serupa juga menyasar fasilitas lain yang membutuhkan perhatian.

Selain rumah tidak layak huni, Anggara mengungkapkan, pihaknya telah melakukan rehabilitasi di sekitar 50 titik panti asuhan serta sejumlah sekolah dasar di wilayah Kaltim.

"Jadi sekolah-sekolah dasar yang jauh. Rupanya kalau kita dari Samarinda ke dusun-dusun itu masih ada sekolah yang kondisinya sudah lepas atap sengnya, plafonnya kemudian juga kursinya," ucap Anggara.

Ketika menemukan kondisi tersebut, pihaknya pun segera melaporkan kebutuhan perbaikan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad). Ia mengatakan, Kasad selalu mendorong perbaikan dilakukan dengan segera agar masyarakat di daerah terpencil tidak harus menunggu terlalu lama.

“Biasanya Bapak Kasat langsung respons segera diperbaiki. Jadi, kerjakan dulu nanti baru laporkan berapa biayanya gitu, yang penting respons cepat,” kata Danrem.

Anggara menegaskan, respons cepat diperlukan agar masyarakat di daerah terpencil juga merasakan perhatian dan manfaat pembangunan dari pemerintah. Sebab menurutnya, masyarakat di mana pun berada harus tetap merasakan kehadiran negara.

“Orang desa di ujung mana pun harus tahu bahwa negara hadir untuk mereka. Itu cita-citanya Pak Presiden,” ujarnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....