Remaja Kaltim Diharap Jadi Subjek Pembangunan
- 14 Agt 2026 08:09 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Keterlibatan remaja menjadi bagian penting dalam menghadapi beragam persoalan yang masih dihadapi generasi muda di Kalimantan Timur. Persoalan remaja di setiap daerah juga berbeda, mulai dari pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan yang berisiko.
Dalam momentum Hari Remaja Internasional 2026 yang diperingati setiap tanggal 12 Agustus, Forum Generasi Berencana (GenRe) Indonesia Kalimantan Timur dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN Kalimantan Timur mengajak remaja agar mampu mengenali potensi diri, merencanakan kehidupan dan mempersiapkan masa depan secara lebih matang.
Ketua GenRe Indonesia Prov Kaltim, Heri Gunawan, mengatakan momentum Hari Remaja Internasional menjadi pengingat bahwa remaja harus diberikan ruang untuk berpartisipasi secara aktif. Menurutnya, keterlibatan remaja tidak cukup hanya sebagai peserta atau audiens dalam sebuah kegiatan, tetapi juga sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan dan penyelesaian persoalan yang menyangkut kehidupan mereka.
"Forum GenRe itu memiliki peranan yang cukup penting untuk membantu para remaja yang istilahnya masih kehilangan arah atau masih kayak bertanya-tanya ini arahnya ke mana sih? Kayak masih mau mencari jati tirinya. Nah, makanya kita hadir di sini ingin sama-sama membantu remaja Kaltim untuk mereka bisa merencanakan kehidupan masa depannya supaya mereka tidak terombang-ambing di masa remaja ini dan mereka bisa membangun menciptakan masa depan yang lebih baik. Karena kita tahu sebagai remaja kita adalah penerus dan tonggak utama dari bangsa itu sendiri," kata Heri.
Sementara itu, Juara 1 Duta GenRe Provinsi Kaltim Tahun 2025, Daffa Naufal Adrian menilai masih terdapat kondisi ketika suara remaja hadir, namun belum sepenuhnya didengar dan dipertimbangkan dalam berbagai kebijakan. Ia berpesan kepada para remaja di Kalimantan Timur agar momentum ini bukan hanya sekedar seremoni saja, tetapi bisa dimanfaatkan oleh para remaja sebagai tonggak penerus bangsa.
"Menurut saya ini merupakan sebuah momentum buat kita meremind diri kita pribadi bahwasanya remaja ini merupakan sebuah aset masa depan bangsa. Yang menjadi ironisnya saat ini adalah remaja seringkali ada tetapi kehadiran tidak dianggap. Banyak remaja-remaja yang suaranya mungkin mereka bersuara tetapi tidak didengarkan dengan baik," ujar Daffa.
Para remaja di Kalimantan Timur diharapkan semakin berani menyampaikan gagasan, mengambil peran dan terlibat dalam berbagai program yang berkaitan dengan masa depan generasi muda. Momentum Hari Remaja Internasional menjadi kesempatan untuk menegaskan bahwa remaja bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang memiliki suara, gagasan dan peran dalam menentukan arah masa depan Kalimantan Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....