Limbah Kepala Udang Anggana Diolah Jadi Pakan Ayam Petelur Kaltim

  • 22 Jul 2026 08:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Penanganan limbah hasil tambak di kawasan Sungai Meriam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini menemukan solusi ramah lingkungan. Puluhan ton limbah kepala udang yang semula terbuang dan berpotensi mencemari lingkungan kini dimanfaatkan sebagai bahan baku utama pakan ternak ayam petelur.

Pemanfaatan limbah ini digagas oleh unit usaha Telor Kita dan Samatelur di bawah naungan PT Ekosistem Ternak Borneo. Inisiatif ini berfokus pada pengolahan sampah organik pesisir menjadi produk ekonomi bernilai tambah tinggi.

Pengolahan limbah udang menjadi pakan ternak fungsional dipilih karena dinilai memiliki ekosistem penyerapan lokal yang lebih terjangkau dan realistis jika dibandingkan dengan opsi ekspor kitin atau kitosan.

Pemilik usaha, Bambang Saputro, menceritakan bahwa ide awal pemanfaatan limbah tersebut bermula dari keluhan para pemilik tambak udang lokal terkait menumpuknya sisa hasil panen.

"Empat tahun lalu ada masalah limbah kepala udang di Anggana. Pemilik tambak mengeluhkan limbah ini selalu dibuang dan menimbulkan masalah lingkungan. Setelah kami riset, ternyata limbah ini sangat potensial diolah menjadi pakan ternak fungsional," ujar Bambang Saputro pada rri.co.id, Senin, 20 Juli 2026.

Proses pengolahan limbah tersebut kini diintegrasikan secara langsung dengan fasilitas pabrik pakan yang berlokasi di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun. Keberadaan pabrik ini sekaligus menciptakan rantai pasok lokal yang ramah lingkungan.

Integrasi antarwilayah di Kalimantan Timur ini membentuk ekosistem sirkular, mulai dari penyerapan limbah di pesisir Anggana, pengolahan pakan di Kota Bangun, hingga distribusi ternak di Samboja, Handil, dan Samarinda.

"Prinsip utama kami adalah memanfaatkan potensi lokal yang ada. Limbahnya terkelola dengan baik, peternak mendapatkan pakan berkualitas, dan masyarakat memperoleh pasokan telur yang sehat," kata Bambang.

Melalui pendekatan berwawasan lingkungan ini, Telor Kita dan Samatelur membuktikan bahwa masalah pencemaran limbah dapat ditransformasikan menjadi peluang usaha berkelanjutan yang memberikan manfaat ekologis serta ekonomis bagi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....