Ganas Annar Mui Kaltim Perkuat Kolaborasi Bangun Generasi Bebas Narkoba

  • 09 Agt 2026 19:08 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Gerakan Nasional Anti Narkoba atau Ganas Annar Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Timur memperkuat komitmen membangun generasi sehat, cerdas dan kuat melalui edukasi serta kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Komitmen tersebut diwujudkan melalui talkshow bertema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Ganas Annar Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045”, yang digelar Sabtu, 8 Agustus 2026 di Hotel Puri Senyiur Samarinda.

Kegiatan tersebut mempertemukan unsur keagamaan, aparat penegak hukum dan lembaga yang bergerak di bidang pencegahan narkoba. Talkshow menghadirkan Perwakilan dari MUI Kalimantan Timur Ustadz Machnun Uzni, S.I.Kom., Kombes Pol Romylus, S.Sos., S.I.K., M.Krim., dari Polda Kalimantan Timur, serta Ahmad Fadholi, S.Sos., M.Si., dari BNN Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan yang diikuti para santri, pelajar SMP hingga SMA sederajat, mahasiswa, remaja masjid, anggota majelis taklim dan organisasi kepemudaan tersebut menempatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam gerakan pencegahan narkoba. Peserta diajak membangun semangat bersama melalui pesan “Generasi Hebat”, dengan tekad menjadi generasi yang sehat, cerdas dan kuat serta menjadikan narkoba sebagai musuh bersama.

Dalam sesi pertama, Ustadz Machnun Uzni dari MUI Kaltim membahas pentingnya penguatan nilai keagamaan dan moral sebagai pondasi pembentukan generasi berkarakter. Nilai agama diharapkan menjadi benteng bagi generasi muda dalam menghadapi derasnya arus informasi, perubahan gaya hidup serta berbagai pengaruh negatif yang berpotensi mendorong penyalahgunaan narkoba.

Penguatan karakter juga membutuhkan keterlibatan keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama dan masyarakat. Keluarga memiliki posisi penting karena menjadi lingkungan pertama dalam pembentukan kepribadian anak, sementara majelis taklim, remaja masjid dan pondok pesantren dapat menciptakan lingkungan yang sarat dengan kegiatan positif dan nilai-nilai kebaikan.

Memasuki sesi kedua, Kombes Pol Romylus dari Polda Kalimantan Timur membahas ancaman narkoba dari perspektif hukum dan perkembangan teknologi digital. Peredaran narkoba menghadirkan tantangan baru karena pelaku kejahatan dapat memanfaatkan media sosial, aplikasi pesan maupun berbagai platform digital untuk menjangkau calon korban. Generasi muda pun didorong meningkatkan kewaspadaan dan memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang berkaitan dengan narkoba.

Sementara itu, sesi ketiga bersama Ahmad Fadholi dari BNN Provinsi Kalimantan Timur menitikberatkan pada pentingnya membangun ketahanan diri terhadap narkoba dan gaya hidup berisiko. Ketahanan diri diperlukan agar generasi muda mampu menghadapi tekanan lingkungan, mengelola berbagai persoalan kehidupan serta tidak menjadikan narkoba sebagai jalan keluar dari masalah.

Ketua Ganas Annar MUI Kalimantan Timur, Ustadzah Dr. Hj. Abnan Pancasilawati, M.Ag., menekankan bahwa upaya membangun generasi yang mampu menolak narkoba harus dimulai dari penguatan spiritual dan keluarga. Menurutnya, pendidikan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir kritis pada anak sehingga mereka memiliki bekal dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitarnya.

“Yang pertama adalah bahwa pendidikan spiritual itu sangat penting dalam menciptakan anak-anak yang bisa berpikir secara kritis. Dan kunci itu adalah keluarga. Mari kita berdiri bersama, mari kita bekerja sama,” ujarnya.

Ia menambahkan, gerakan melawan narkoba tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Semangat tersebut harus diwujudkan melalui keinginan yang kuat dan tindakan nyata agar pemberantasan narkoba menjadi gerakan bersama.

“Sesuatu tidak bisa kita laksanakan sendiri-sendiri, tapi kalau kita saling berpegangan, saling bekerja sama dengan baik, insya Allah. Kalau tadi narkoba itu mau dibasmi, kalau kita benar-benar punya keinginan, tidak hanya semangat, tapi bahasanya apa? Jihad,” ucapnya.

Melalui Ganas Annar Bersinar, upaya pencegahan narkoba diharapkan terus berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, lembaga keagamaan, aparat penegak hukum, lembaga kesehatan dan generasi muda. Sinergi antara nilai agama dan moral, kepatuhan hukum, kesehatan, pendidikan serta partisipasi masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Kalimantan Timur yang bersih dari narkoba sekaligus mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, kuat dan berakhlak mulia menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....