GANAS ANNAR MUI Kaltim Perkuat Gerakan Cegah Narkoba
- 16 Jul 2026 18:24 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa karena telah menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa hingga kalangan produktif. Menghadapi kondisi tersebut, Gerakan Nasional Anti Narkoba (GANAS ANNAR) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat gerakan pencegahan melalui pendekatan keagamaan, edukasi, rehabilitasi, serta kolaborasi lintas sektor.
Hal tersebut disampaikan Wakil Sekretaris GANAS ANNAR MUI Provinsi Kalimantan Timur, Siti Fatimah Sari, S.Ag., dalam dialog Moderasi Beragama RRI Samarinda bertajuk "Bersama Gerakan Nasional Anti Narkoba (GANAS ANNAR): Membangun Generasi Berakhlak." Menurutnya, perang melawan narkoba tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum maupun Badan Narkotika Nasional (BNN), melainkan menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Siti Fatimah menjelaskan, GANAS ANNAR merupakan organisasi yang berada di bawah naungan Majelis Ulama Indonesia yang dibentuk sebagai wadah dakwah dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba. Di Kalimantan Timur, organisasi tersebut berdiri sejak 2017 dan terus memperluas perannya sebagai mitra pemerintah dalam mendukung program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Ia mengatakan, visi utama GANAS ANNAR adalah melindungi masyarakat dari ancaman narkoba sekaligus membangun kesadaran kolektif agar tercipta masyarakat yang memiliki wawasan anti narkoba melalui implementasi amar makruf nahi mungkar dan perlindungan terhadap umat. Untuk mewujudkan visi tersebut, organisasi menjalankan tiga bidang utama, yakni pencegahan (preventif), rehabilitasi, serta hubungan masyarakat dan kerja sama kelembagaan.
Program preventif diwujudkan melalui penyuluhan di sekolah, seminar, parenting bagi orang tua, hingga pembentukan duta anti narkoba di kalangan pelajar. Sementara pada bidang rehabilitasi, GANAS ANNAR memberikan pendampingan moral, psikologis, spiritual, serta mendorong para penyintas narkoba agar kembali produktif di tengah masyarakat melalui sinergi dengan lembaga rehabilitasi dan BNN.
Selain itu, organisasi juga memperkuat kemitraan dengan sekolah, perguruan tinggi, pemerintah daerah, kepolisian, media massa, organisasi kepemudaan, hingga tokoh agama. Menurut Siti Fatimah, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci agar edukasi bahaya narkoba dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.
"Perang melawan narkoba ini tidak mungkin dilakukan hanya oleh GANAS ANNAR, BNN ataupun kepolisian saja. Ini adalah tanggung jawab kita semua. Orang tua, guru, tokoh agama, pemuda hingga masyarakat harus menjadi benteng pertama dalam menyelamatkan generasi bangsa," ujar Siti Fatimah.
Dalam dialog tersebut, Siti Fatimah juga menegaskan bahwa pelayanan GANAS ANNAR terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama. Untuk pembinaan kerohanian, organisasi akan berkolaborasi dengan tokoh agama sesuai keyakinan masing-masing penyintas sehingga proses rehabilitasi dapat berjalan secara menyeluruh. Di sisi lain, masyarakat juga diajak aktif melaporkan dugaan penyalahgunaan narkoba dengan tetap mengedepankan prosedur yang berlaku serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.
Menjawab pertanyaan masyarakat mengenai maraknya penggunaan vape yang diduga disalahgunakan sebagai media penyalahgunaan narkoba, ia mengingatkan bahwa cairan vape berpotensi disisipi zat berbahaya tanpa diketahui pengguna. Karena itu, edukasi kepada generasi muda menjadi sangat penting agar mereka tidak mudah tergoda mencoba produk yang belum jelas kandungannya.
Ke depan, pasca dikukuhkannya kepengurusan GANAS ANNAR MUI Kalimantan Timur periode terbaru, organisasi akan memprioritaskan perluasan kerja sama dengan berbagai lembaga sekaligus membentuk komunitas pembinaan bagi para penyintas narkoba. Selain itu, GANAS ANNAR juga menargetkan pembentukan kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota agar program pencegahan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat daerah.
"Kalau hari ini kita berhasil menyelamatkan satu anak dari narkoba, berarti kita telah menyelamatkan satu keluarga. Dan ketika satu generasi berhasil kita lindungi, maka kita sedang menjaga masa depan Kalimantan Timur dan Indonesia. Karena itu mari bersama-sama lebih peduli terhadap lingkungan dan berani mengatakan tidak pada narkoba," ucap Siti Fatimah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....