Disdikbud Kaltim Perkuat Persiapan TKA untuk SMK Se-Kaltim

  • 08 Jul 2026 10:40 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMK se-Kalimantan Timur di salah satu hotel di Samarinda, Selasa 7 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti 64 peserta yang merupakan perwakilan kepala SMK dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus memantapkan kesiapan teknis seluruh satuan pendidikan dalam menghadapi pelaksanaan TKA tahun 2026. Selain membahas kesiapan sekolah, forum juga menjadi wadah evaluasi terhadap pelaksanaan TKA pada tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Armin, menegaskan SMK bukan hanya sekolah kejuruan, tetapi juga pusat pembentukan sumber daya manusia yang unggul, siap bekerja, berwirausaha, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Menurutnya, perpaduan teori dan praktik menjadikan SMK sebagai pilihan strategis bagi peserta didik.

Armin menjelaskan, TKA merupakan instrumen penting untuk mengukur tingkat keberhasilan pendidikan, khususnya pada aspek akademik. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam mengevaluasi kualitas pendidikan sekaligus melihat posisi Kalimantan Timur di tingkat nasional", ujarnya.

Ia mengatakan, perkembangan digitalisasi yang telah menjangkau hampir seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil, menjadi modal optimistis dalam pelaksanaan TKA tahun ini. Menurutnya, yang perlu diperkuat adalah kemampuan TKA dalam mengukur daya saing pendidikan di Kalimantan Timur sehingga hasilnya dapat menjadi dasar peningkatan mutu pendidikan ke depan, katanya.

Armin juga mengungkapkan, Kalimantan Timur saat ini masih berada di jajaran 10 besar nasional, bahkan menempati sekitar peringkat kedelapan. Namun demikian, pemerataan kualitas pendidikan di daerah, terutama wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), masih menjadi perhatian serius yang memerlukan berbagai bentuk intervensi melalui peningkatan layanan pendidikan, penguatan guru, serta penyamaan persepsi seluruh pemangku kepentingan", ujarnya.

Menurutnya, paradigma dalam menghadapi berbagai program evaluasi pendidikan seperti Asesmen Nasional maupun TKA juga harus berubah. Pelayanan pendidikan harus lebih berorientasi pada kebutuhan setiap peserta didik secara individual agar potensi akademik mereka dapat berkembang secara maksimal, katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Provinsi Kalimantan Timur, Muchamad Awaludin, mengatakan persiapan tahun ini dilakukan dengan belajar dari pengalaman pelaksanaan sebelumnya. Berbagai kekurangan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapan sekolah, guru, hingga pembinaan kepada siswa agar mampu memperoleh hasil yang lebih baik dibanding tahun lalu", ujarnya.

Ia menambahkan, Disdikbud Kaltim akan terus mendampingi seluruh satuan pendidikan agar proses pembelajaran lebih terarah dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi TKA. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas akademik siswa sekaligus mempertahankan bahkan memperbaiki prestasi Kalimantan Timur di tingkat nasional", katanya.

Terkait tantangan pelaksanaan TKA, Muchamad Awaludin mengakui masih terdapat kendala pemerataan akses internet, terutama di wilayah yang sulit dijangkau. Sebagai solusi, sekolah yang belum memiliki jaringan memadai akan difasilitasi untuk mengikuti TKA di sekolah terdekat yang memiliki infrastruktur lebih baik, sembari pemerintah terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana digital di daerah 3T", ujarnya.

Ia berharap seluruh rangkaian pelaksanaan TKA tahun 2026 dapat berjalan lancar, seluruh peserta memperoleh hasil terbaik, serta mampu mengangkat prestasi Kalimantan Timur menjadi salah satu provinsi terbaik di tingkat nasional, katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....