Ratusan Porsi MBG di SMPN 28 Samarinda Hampir Tak Bersisa, Ini Rahasianya
- 01 Agt 2026 09:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Di sejumlah daerah, makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menyisakan persoalan karena tidak seluruhnya dikonsumsi peserta didik. Namun kondisi berbeda justru terlihat di SMP Negeri 28 Samarinda. Dari ratusan porsi yang dibagikan setiap hari, lebih dari 98 persen makanan habis disantap siswa.
Angka tersebut tidak muncul begitu saja. Letak sekolah yang berada di Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, menjadi salah satu faktor yang menjelaskan tingginya tingkat konsumsi makanan. Kawasan ini dikenal sebagai wilayah penyangga aktivitas industri dan permukiman pekerja, dengan banyak keluarga yang menggantungkan hidup sebagai buruh, pekerja sektor informal, hingga karyawan perusahaan.
Tidak sedikit pula orang tua siswa yang harus bekerja di luar Samarinda, termasuk di kawasan perkebunan dan pertambangan di berbagai daerah Kalimantan Timur. Akibatnya, sebagian anak tinggal bersama kakek-nenek atau kerabat agar tetap dapat melanjutkan pendidikan di Kota Samarinda.
Dalam kondisi tersebut, makanan bergizi yang diterima di sekolah bukan sekadar pelengkap aktivitas belajar, tetapi menjadi salah satu asupan penting yang dinantikan setiap hari.
Kepala SMP Negeri 28 Samarinda, Agus, mengatakan hampir seluruh makanan yang dibagikan kepada siswa selalu habis dikonsumsi.
"Kalau dihitung-hitung, makanan yang termakan itu di atas 98 persen. Kalaupun ada yang tidak habis, biasanya memang karena ada makanan yang tidak disukai atau siswa sudah kenyang," kata Agus kepada RRI.CO.ID, Sabtu 1 Agustus 2026.
Menurut Agus, karakteristik peserta didik di sekolahnya turut memengaruhi tingginya tingkat konsumsi makanan. Sebagian besar siswa berasal dari keluarga pekerja yang berangkat sejak pagi, sementara anak-anak mengikuti kegiatan belajar hingga sore hari.
Selain melayani warga Loa Buah, SMP Negeri 28 juga menerima siswa dari kawasan perbatasan Samarinda-Kutai Kartanegara. Mobilitas yang cukup jauh membuat banyak siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah.
Kondisi itu membuat setiap porsi makanan yang disediakan benar-benar dimanfaatkan oleh peserta didik.
Keberhasilan tersebut juga didukung oleh evaluasi yang terus dilakukan sekolah bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap masukan mengenai menu maupun kebutuhan khusus siswa langsung dikomunikasikan agar kualitas pelayanan terus meningkat.
Sekolah, misalnya, telah mendata siswa yang memiliki alergi terhadap bahan makanan tertentu. Data tersebut kemudian disampaikan kepada pihak dapur sehingga peserta didik tetap memperoleh menu pengganti yang sesuai dengan kondisi kesehatannya.
"SPPG sudah meminta data anak-anak yang memiliki alergi. Jadi mereka disiapkan makanan yang berbeda sehingga tetap bisa makan dengan aman," ujarnya.
Agus menambahkan komunikasi yang terbuka menjadi salah satu alasan pelaksanaan MBG di SMP Negeri 28 berlangsung lancar. Menurutnya, setiap persoalan kecil diselesaikan melalui koordinasi bersama sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada siswa.
Di sisi lain, sekolah tetap mempertahankan keberadaan kantin sehat sebagai pelengkap kebutuhan peserta didik. Pengaturan tersebut dilakukan agar program MBG dan pelaku usaha kecil di lingkungan sekolah dapat berjalan berdampingan.
Bagi SMP Negeri 28 Samarinda, tingginya tingkat konsumsi makanan tidak sekadar menunjukkan antusiasme siswa terhadap menu yang disajikan. Lebih dari itu, kondisi tersebut menggambarkan kebutuhan nyata anak-anak di kawasan pinggiran kota yang sebagian besar berasal dari keluarga pekerja.
Di tengah aktivitas orang tua yang harus mencari nafkah hingga ke luar daerah, setiap ompreng makanan yang habis disantap menjadi gambaran bahwa Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau kelompok yang memang membutuhkan. Di kawasan Loa Buah, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi dari seberapa besar program itu benar-benar hadir sebagai penopang gizi bagi anak-anak yang menghabiskan hari mereka di bangku sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....