MBG Ubah Kebiasaan Jajan Siswa, Guru Lihat Pola Makan Lebih Sehat

  • 04 Agt 2026 07:26 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memastikan siswa memperoleh asupan gizi di sekolah, tetapi juga mulai mengubah kebiasaan konsumsi mereka sehari-hari. Di SMP Negeri 28 Samarinda, guru melihat perubahan pola makan siswa yang sebelumnya lebih sering membeli jajanan ringan menjadi lebih teratur setelah program tersebut berjalan.

Perubahan itu menjadi salah satu dampak yang dirasakan selama pelaksanaan MBG di sekolah yang berada di Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, wilayah pinggiran Kota Samarinda yang juga melayani siswa dari kawasan perbatasan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 28 Samarinda sekaligus koordinator pelaksanaan MBG di sekolah, Nurul Hidayah, mengatakan sebelum program berlangsung banyak siswa memanfaatkan waktu istirahat untuk membeli makanan ringan yang kurang memenuhi kebutuhan gizi.

"Alhamdulillah ada perubahan. Biasanya anak-anak lebih banyak membeli makanan ringan yang kurang sehat. Setelah ada MBG, pola makan mereka menjadi lebih baik dan lebih teratur," kata Nurul Hidayah kepada RRI.CO.ID, Selasa 4 Agustus 2026.

Menurutnya, perubahan tersebut terlihat karena siswa kini memperoleh makanan bergizi secara rutin pada jam istirahat kedua. Kehadiran MBG melengkapi kebutuhan energi siswa setelah mengikuti kegiatan belajar sejak pagi.

Ia berharap kualitas menu yang disajikan dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan agar manfaat program semakin dirasakan peserta didik, tidak hanya dari sisi kesehatan tetapi juga dalam mendukung semangat belajar.

"Harapan kami MBG ini terus berjalan. Makanannya juga semakin baik sehingga anak-anak semakin semangat mengikuti pembelajaran," ujarnya.

Sebagai guru yang setiap hari mendampingi pelaksanaan program, Nurul menilai antusiasme siswa juga terus meningkat. Bahkan, tidak sedikit siswa yang menyampaikan berbagai usulan mengenai menu makanan yang mereka sukai.

"Ada saja yang bilang, 'Bu, besok maunya ini', atau minta tambah. Itu menunjukkan mereka sangat antusias menerima MBG," katanya sambil tersenyum.

Bagi sekolah, perubahan perilaku tersebut menjadi indikator bahwa pendidikan gizi tidak selalu harus diberikan melalui teori di ruang kelas. Penyediaan makanan bergizi secara langsung mampu membentuk kebiasaan makan yang lebih baik, terutama pada usia remaja yang sedang mengalami masa pertumbuhan.

Pengamat pendidikan dan kesehatan anak selama ini menilai lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk perilaku konsumsi peserta didik. Ketika pilihan makanan sehat tersedia secara konsisten, siswa cenderung lebih mudah meninggalkan kebiasaan mengonsumsi jajanan tinggi gula, garam, dan lemak yang selama ini banyak dijumpai di sekitar sekolah.

Pengalaman SMP Negeri 28 Samarinda menunjukkan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari jumlah porsi yang dibagikan, tetapi juga dari perubahan kebiasaan sehari-hari para siswa. Jika perubahan perilaku tersebut terus terjaga, program ini berpotensi menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang lebih sehat, produktif, dan sadar akan pentingnya gizi seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....