Upshift 2026 Jadi Wadah Talenta Digital dan E-Sport di Samarinda

  • 16 Jul 2026 14:46 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kota Samarinda terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di bidang teknologi digital melalui penyelenggaraan Upshift 2026. Kompetisi digital dan kreativitas E-Sport yang digagas Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Samarinda tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengembangkan potensi di era transformasi digital.

Kegiatan yang akan dimulai pada 22 Agustus 2026 itu digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Beragam kompetisi akan diselenggarakan, mulai dari turnamen Mobile Legends dan lomba desain poster.

Ketua Pelaksana Upshift 2026, Ifnu Abdul Aziz Abdullah, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah bagi generasi muda yang memiliki kemampuan di bidang teknologi maupun industri kreatif. Menurutnya, banyak talenta digital yang membutuhkan ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman berkompetisi.

"STMIK Samarinda ingin menjadi wadah bagi teman-teman yang memiliki kemampuan di bidang Mobile Legends, desain, fotografi, videografi, dan kreativitas digital lainnya. Kami ingin potensi mereka bisa berkembang secara positif," ujar Ifnu pada Kamis 16 Juli 2026.

Ketua Pelaksana Upshift 2026, Ifnu Abdul Aziz Abdullah, saat menjelaskan terkait Upshift 2026. (foto: RRI/zul)

Ifnu menambahkan, Upshift 2026 juga menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa STIMIK Samarinda, khususnya anggota organisasi kampus yang terlibat sebagai panitia. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teknologi, tetapi juga meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan manajemen organisasi.

Selain menyasar mahasiswa, panitia membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk mengikuti berbagai kategori perlombaan. Menurut Ifnu, keterbukaan tersebut diharapkan dapat memperluas ekosistem digital kreatif di Kalimantan Timur serta mempertemukan berbagai talenta dari berbagai latar belakang.

"Pesertanya bebas, tidak dibatasi usia. Kami ingin mahasiswa lebih dulu berkembang, kemudian mereka bisa menularkan ilmu dan pengalaman kepada masyarakat sehingga ekosistem digital di Kalimantan Timur semakin maju," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....