Gelombang Tinggi Robohkan Tiga Rumah di Balikpapan Kota

  • 10 Jul 2026 20:58 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Gelombang tinggi yang terjadi pada Jumat 10 Juli 2026 dini hari mengakibatkan tiga rumah warga di Jalan Jenderal Sudirman Gang PDI RT 09 Nomor 34, Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, roboh setelah diterjang ombak sekitar pukul 04.00 Wita.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Kalimantan Timur, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, tiga kepala keluarga terdampak akibat rumah yang mereka tempati mengalami kerusakan.

Ketiga pemilik rumah yang terdampak yakni Misnan dengan satu kepala keluarga berjumlah empat jiwa, Hendra satu kepala keluarga berjumlah empat jiwa, serta Samsudin satu kepala keluarga dengan empat jiwa.

Petugas dari UPTD Sektor Kota bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Linmas, dan relawan langsung melakukan monitoring serta pendataan di lokasi kejadian. Sebanyak empat personel diterjunkan untuk menangani kondisi di lapangan.

Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, mengatakan gelombang tinggi yang terjadi pada dini hari menjadi penyebab utama robohnya tiga rumah warga di kawasan pesisir Balikpapan Kota. "Kronologi kejadian sekitar pukul 04.00 Wita, gelombang tinggi menerjang kawasan tersebut hingga menyebabkan tiga rumah roboh. Tidak ada korban luka dalam kejadian ini," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan analisis prakiraan angin lapisan 3.000 feet dari BMKG pada 10 Juli 2026 pukul 07.00 WIB, wilayah Indonesia masih dipengaruhi angin timur hingga tenggara akibat menguatnya Monsun Australia yang membawa massa udara relatif kering.

Untuk wilayah Kalimantan Timur, angin diperkirakan bertiup dari arah tenggara hingga selatan menuju barat laut hingga utara dengan kecepatan berkisar 22 hingga 30 knot. Kondisi tersebut tergolong sedang hingga cukup kencang dan berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di perairan Selat Makassar maupun perairan timur Kalimantan.

BMKG juga memperkirakan cuaca di Kalimantan Timur umumnya cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, hujan lokal masih berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari akibat pemanasan permukaan, sementara angin kencang berpotensi menyebabkan pohon atau ranting rapuh tumbang serta meningkatkan risiko gelombang tinggi di wilayah perairan.

BPBD Kaltim mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan pesisir serta nelayan dan operator kapal kecil, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....