Produktivitas Padi Kaltim Ditargetkan Naik Dua Kali Lipat lewat PMAAS

  • 03 Jul 2026 14:19 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kalimantan Timur mulai menerapkan pendekatan baru untuk meningkatkan produksi padi di tengah kebutuhan pangan yang terus bertambah. Pemerintah menargetkan produktivitas sawah yang selama ini berkisar 3,5 hingga 4 ton per hektare dapat meningkat menjadi 6 hingga 7 ton per hektare melalui penerapan metode Padi Tanam Hemat Air Super (PMAAS).

Target tersebut menjadi bagian dari strategi Kementerian Pertanian dalam memperkuat swasembada pangan nasional. Di Kalimantan Timur, metode PMAAS akan diterapkan secara bertahap pada lahan seluas sekitar 7.000 hektare dengan pendampingan penyuluh pertanian di berbagai kabupaten dan kota.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kalimantan Timur, Ahmad Subhan, mengatakan berdasarkan hasil uji penerapan di sejumlah daerah, metode PMAAS memiliki potensi menghasilkan produksi hingga 10 ton gabah per hektare apabila diterapkan sesuai standar budidaya.

"Kalau produksi rata-rata di Kalimantan Timur saat ini masih sekitar 3,5 sampai 4 ton per hektare, harapannya dengan metode ini paling tidak bisa meningkat menjadi di atas 6 sampai 7 ton per hektare," ujarnya di Kelurahan Sambutan, Kota Samarinda, 3 Juli 2026.

Menurut Ahmad Subhan, peningkatan produktivitas menjadi strategi yang lebih realistis dibanding hanya mengandalkan pembukaan lahan sawah baru. Dengan luas lahan yang relatif tetap, hasil panen masih dapat ditingkatkan melalui perubahan pola budidaya dan penerapan teknologi yang lebih efektif.

Salah satu perubahan yang diterapkan dalam PMAAS adalah penggunaan pola tanam yang lebih rapat dibanding metode konvensional. Selain itu, kebutuhan benih juga meningkat agar populasi tanaman per hektare lebih banyak sehingga mampu menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi. Meski demikian, penerapannya tetap memerlukan pendampingan teknis agar pertumbuhan tanaman tetap optimal.

Bagi Kalimantan Timur, peningkatan produktivitas menjadi langkah penting di tengah perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi diperkirakan akan mendorong kebutuhan pangan yang lebih besar. Karena itu, peningkatan hasil panen dinilai menjadi salah satu cara memperkuat produksi beras daerah tanpa harus terus membuka lahan baru.

Ahmad Subhan menegaskan keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada proses pendampingan di lapangan. Seluruh penerapan PMAAS akan dikawal oleh penyuluh pertanian agar petani dapat memahami setiap tahapan budidaya sesuai rekomendasi Kementerian Pertanian.

"Harapan kita tujuan dari pola tanam ini adalah meningkatkan produksi. Dengan produksi yang maksimal, ketahanan pangan akan semakin kuat dan berkelanjutan," katanya.

Transformasi tersebut menunjukkan bahwa arah pembangunan pertanian kini tidak lagi hanya diukur dari bertambahnya luas sawah. Di Kalimantan Timur, keberhasilan swasembada pangan juga akan ditentukan oleh kemampuan meningkatkan hasil panen melalui inovasi budidaya, pendampingan petani, dan pemanfaatan teknologi yang mampu menghasilkan lebih banyak dari lahan yang sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....