Kaltim Masih Defisit Beras, Produksi Lokal Dikejar di Tengah Pertumbuhan IKN

  • 03 Jul 2026 14:08 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Di balik predikat Kalimantan Timur sebagai salah satu provinsi dengan ketahanan pangan terbaik di Indonesia, masih tersimpan pekerjaan rumah yang belum tuntas. Produksi beras daerah belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga pasokan dari luar provinsi masih menjadi penyangga utama konsumsi pangan.

Tantangan tersebut diperkirakan akan semakin besar seiring berkembangnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Pertumbuhan penduduk akibat urbanisasi diproyeksikan meningkatkan kebutuhan pangan, sementara kemampuan produksi lokal harus terus ditingkatkan agar ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar daerah dapat dikurangi.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur, Fahmi Himawan, mengatakan saat ini produksi beras Kalimantan Timur mencapai sekitar 170 ribu ton per tahun, sedangkan kebutuhan masyarakat telah berada di kisaran 180 ribu ton.

"Kalau kaitannya dengan swasembada, di mana Kalimantan Timur memenuhi kebutuhan dari produksi lokal, itu yang memang belum. Dan ini yang sedang terus kami upayakan," katanya di sela Gerakan Tanam Serentak di Kelurahan Sambutan, Kota Samarinda, 3 Juli 2026.

Menurut Fahmi, kondisi tersebut berbeda dengan capaian Indeks Ketahanan Pangan Kalimantan Timur yang saat ini menempati peringkat kedua nasional setelah Kalimantan Selatan. Indeks tersebut mencerminkan ketersediaan, keterjangkauan, dan akses pangan masyarakat, namun belum sepenuhnya menggambarkan kemampuan daerah memproduksi beras untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Kementerian Pertanian kini mengarahkan berbagai program untuk meningkatkan produksi padi. Strategi tersebut dilakukan melalui optimalisasi lahan sawah, program cetak sawah rakyat, hingga peningkatan produktivitas lahan yang telah ada agar mampu menghasilkan panen lebih besar.

"Semua program yang dirancang Kementerian Pertanian kami kawal di daerah. Mulai dari optimalisasi lahan, cetak sawah hingga program lainnya untuk meningkatkan produksi pangan," ujarnya.

Bagi Kalimantan Timur, peningkatan produksi beras bukan hanya berkaitan dengan sektor pertanian. Sebagai daerah yang menjadi lokasi IKN, kebutuhan pangan diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, berkembangnya kawasan permukiman, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi. Kondisi ini menuntut daerah tidak hanya mengandalkan kelancaran distribusi dari luar, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi di dalam wilayahnya sendiri.

Selama ini sebagian kebutuhan beras Kalimantan Timur masih dipenuhi dari provinsi sentra produksi seperti Sulawesi Selatan maupun sejumlah daerah di Pulau Jawa. Ketergantungan tersebut membuat stabilitas pasokan rentan dipengaruhi gangguan distribusi, biaya logistik, hingga fluktuasi produksi di daerah pemasok.

Karena itu, memperkuat produksi lokal dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan jangka panjang. Selain mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar daerah, peningkatan produksi juga diharapkan memberikan peluang ekonomi yang lebih besar bagi petani sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai penyangga pangan di era pembangunan IKN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....