Harga Gabah Stabil, Bulog Samarinda Terus Serap Hasil Panen di Sentra Produksi

  • 18 Jul 2026 10:25 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perum Bulog Cabang Samarinda memastikan program serap gabah hasil panen petani di Kalimantan Timur terus berjalan untuk mendukung target swasembada pangan nasional. Penyerapan dilakukan di sejumlah daerah sentra produksi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Asisten Manajer Pemasaran Bulog Samarinda, Rizki Nur Fahripan, mengatakan pada musim tanam pertama, Bulog telah menyerap gabah dari sejumlah wilayah, di antaranya Kutai Kartanegara, Kutai Timur, serta beberapa kawasan di Kota Samarinda.

"Pada masa tanam pertama kemarin dari Januari sampai April, kami sudah menyerap gabah di beberapa daerah sentra produksi seperti Marang Kayu di Kutai Kartanegara, Kaubun di Kutai Timur, dan beberapa wilayah di Samarinda. Gabah itu kami olah melalui mitra penggilingan sebelum menjadi stok beras Bulog," kata Rizki, dikutip pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Ia pun memastikan, ketersediaan stok hasil penyerapan tersebut dalam kondisi aman. Untuk mempercepat informasi panen, Bulog juga bekerja sama dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan), Babinsa, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

"Kami bekerja sama dengan Gapoktan, Babinsa, dan PPL. Mereka menginformasikan jika ada panen, kemudian kami melakukan pengecekan. Kalau memenuhi kriteria, gabah langsung kami serap dan diproses di mitra penggilingan," ujarnya.

Rizki menjelaskan, Bulog membeli gabah kering panen (GKP) sesuai harga pembelian pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut dinilai mampu memberikan kepastian bagi petani sekaligus menjaga semangat mereka untuk terus meningkatkan produksi.

"Harga GKP yang kami beli Rp6.500 per kilogram. Saat ini petani sudah mulai bergairah lagi karena harga lebih stabil. Bahkan di beberapa daerah sudah ada yang mencapai Rp7 ribu hingga Rp7.500 per kilogram, sehingga Rp6.500 menjadi standar yang cukup baik bagi petani," ucapnya.

Ia pun berharap, program penyerapan gabah dapat terus diperkuat pada musim panen berikutnya sehingga mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani, memperkuat cadangan beras pemerintah, serta mendukung ketahanan pangan nasional sesuai dengan asta cita presiden.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....