Lab Mutu Kaltim Bantu UMKM Terapkan Standar Mutu Pangan dan Bersertifikasi

  • 09 Jul 2026 05:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Kalimantan Timur melalui UPTD BPSMB terus menggalakkan program pendampingan sertifikasi sistem manajemen mutu bagi UMKM. Fokus utama pendampingan ini diarahkan pada penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

Penguji Mutu Barang Ahli Madya UPTD BPSMB Disperindagkop dan UKM Kaltim, M. Nur Jamaluddin, mengatakan, langkah pembinaan teknis tersebut diambil untuk mengubah pola pikir pelaku usaha lokal agar tidak hanya fokus pada kuantitas produksi, melainkan juga pada aspek keamanan pangan. Pendampingan dilakukan secara integratif dengan menyertakan aspek pengujian produk serta kalibrasi peralatan kerja di dalam rantai produksi pelaku usaha.

Melalui penerapan GMP, pelaku usaha dibimbing untuk menerapkan cara produksi makanan yang baik, higienis, dan terstruktur. Sementara melalui sistem HACCP, pelaku usaha diajarkan untuk mampu mengidentifikasi serta mengendalikan titik-titik kritis (critical control points) yang berpotensi menimbulkan bahaya kontaminasi selama proses pengolahan berlangsung.

"Kami sebetulnya secara teknis punya peran ya. Kami bisa melakukan pendampingan terkait dengan sertifikasi, contoh misalkan sertifikasi GMP-nya pelaku usaha, bagaimana cara produksi yang baik, kita coba dampingi. Termasuk beberapa contoh kami ada pendampingan standar HACCP, jadi titik kritis dalam pelaku usaha memproduksi, kita dampingi," ujar Jamaluddin saat program Ekonomi Digital di Pro1 RRI Samarinda, dikutip Rabu, 8 Juli 2026.

Dalam praktiknya, UPTD BPSMB Kaltim memfasilitasi pelaku usaha agar tidak merasa kebingungan dalam memenuhi regulasi industri pangan yang rumit. Jika terdapat parameter pengujian yang belum dapat diakomodasi oleh laboratorium internal BPSMB, instansi pemerintah ini akan mengambil langkah taktis melalui mekanisme subkontrak ke laboratorium mitra yang memiliki ruang lingkup terakreditasi.

Sinergi pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tawar produk daerah di kancah nasional. Kehadiran sertifikasi sistem mutu seperti GMP dan HACCP menjadi bukti konkret bagi konsumen maupun mitra ritel modern bahwa produk UMKM Kalimantan Timur diproduksi dengan standar keamanan pangan yang tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....