Pembangunan Pura di IKN Jadi Representasi Keberagaman Hindu di Indonesia

  • 19 Jun 2026 08:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, IKN - Pembangunan pura di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dipersiapkan sebagai sarana ibadah umat Hindu sekaligus simbol keberagaman budaya Nusantara di ibu kota baru Indonesia.

Ketua Sabha Walaka Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Kolonel Inf. (Purn) I Nengah Dana, mengatakan pura yang akan dibangun di IKN tidak hanya berfungsi sebagai tempat persembahyangan, tetapi juga menjadi ruang spiritual bagi umat Hindu yang bermukim maupun beraktivitas di kawasan tersebut.

Menurutnya, keberadaan tempat ibadah menjadi kebutuhan penting karena manusia membutuhkan ruang untuk menenangkan diri, memperkuat keyakinan, serta mendekatkan diri kepada Tuhan di tengah berbagai tantangan kehidupan.

"Pura itu tempat bersandar, tempat mengingat, tempat berbakti kepada Tuhan. Ketika manusia menghadapi kesulitan, di situlah ia mencari ketenangan dan jalan keluar yang benar," ujarnya, dikutip pada Jumat, 19 Juni 2026.

Selain nilai spiritual, pembangunan pura di IKN juga dirancang mengadopsi keberagaman budaya Hindu yang berkembang di berbagai daerah Indonesia. Karena itu, konsep bangunannya tidak hanya merepresentasikan satu daerah tertentu, melainkan menjadi wajah bersama umat Hindu Nusantara.

Nengah mencontohkan, berbagai unsur budaya lokal dapat dihadirkan melalui ornamen maupun elemen arsitektur. Namun, bentuk-bentuk utama yang memiliki makna keagamaan tetap harus mengikuti nilai dan ajaran Hindu yang berlaku.

"Satu pura saja yang akan dibangun, tetapi merepresentasikan seluruh kearifan lokal. Ornamen daerah boleh dimasukkan, tetapi nilai filosofinya tidak boleh berubah," kata dia.

Komitmen menghadirkan pura yang merepresentasikan keberagaman umat Hindu Nusantara itu, kata Nengah, telah menjadi perhatian sejak tahap awal perencanaan kawasan rumah ibadah di IKN.

Ia mengungkapkan, dirinya turut terlibat saat proses sayembara desain pura yang digelar pemerintah. Karena itu, dalam kunjungannya ke IKN kali ini, ia ingin memastikan konsep yang dirancang tetap sejalan dengan nilai-nilai filosofis Hindu sekaligus mampu mengakomodasi kearifan lokal dari berbagai daerah.

"Saya narasumber pertama ketika akan membuat sayembara bangunan pura di IKN. Sekarang saya ingin memastikan apa yang dulu kami sampaikan tetap sesuai dengan sastra dan filosofi Hindu," ujarnya.

Dalam perencanaannya, kawasan pura di IKN telah disiapkan dengan luasan lahan yang cukup memadai. Nengah menyebut lahan yang disediakan mencapai 1,6 hektare hingga 1,8 hektare.

Meski demikian, pembangunan fisik pura masih harus menunggu. Nengah memahami proses tersebut dilakukan bertahap karena harus menyesuaikan kemampuan anggaran negara dan prioritas pembangunan di IKN.

"Kalau menurut Pak Basuki, sekarang yang mulai dibangun baru gereja Protestan. Anggaran negara juga terbatas, kecuali diserahkan kepada umat yang membangun," kata dia.

Nengah pun berharap keberadaan pura di IKN nantinya tidak hanya sekadar menjadi bangunan fisik yang mempercantik ibu kota baru, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas keagamaan dan pembinaan umat Hindu di Nusantara.

"Jangan sampai pura sudah jadi lalu dibiarkan kosong. Tempat ibadah harus menjadi tempat umat mengadu, bersembahyang, dan memperkuat keyakinannya," ucapnya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....