Evaluasi Makan Bergizi di Balikpapan: 5 Dapur Disuspensi

  • 22 Mei 2026 06:24 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan - Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Balikpapan terus berjalan di tengah berbagai dinamika operasional. Berdasarkan evaluasi pascapenerimaan terbaru, Badan Gizi Nasional (BGN) sempat menghentikan sementara (suspensi) operasional beberapa Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).

Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kota Balikpapan, Laila Suci Pradita, mengungkapkan dari total 28 SPPG yang beroperasi setiap hari, saat ini terdapat 5 SPPG yang dihentikan sementara.

"Penghentian sementara ini disebabkan oleh masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meninjau langsung ke lapangan agar fasilitas dapur para mitra disesuaikan dengan standar Permen LH," ujar Laila dalam wawancara bersama RRI pada Kamis, 21 Mei 2026 malam.

Selain pembenahan fasilitas, BGN juga memperkuat rantai pasok bahan baku lokal dengan menggandeng Dinas Ketahanan Pangan guna memperkenalkan petani lokal sebagai penyuplai utama SPPG.

Terkait anggaran, Laila menjelaskan bahwa pagu Rp8.000 untuk PAUD hingga SD kelas 3, serta Rp10.000 untuk SD kelas 4 hingga SMA, dikelola secara at cost (sesuai kebutuhan riil) sehingga menu dapat disesuaikan fleksibel jika terjadi kendala.

BGN juga menerapkan SOP ketat dalam distribusi, di mana jarak SPPG ke sekolah maksimal 6 kilometer atau dengan waktu tempuh tidak lebih dari 20 menit agar makanan tetap hangat dan higienis. Masyarakat juga dapat menyampaikan laporan langsung ke pusat melalui layanan Satu Gizi (Sagi) 127.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....