Pendidikan dan Kesehatan Anak Jadi Sorotan TRC PPA Kaltim
- 21 Mei 2026 12:51 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pendidikan dan kesehatan anak masih menjadi persoalan serius yang ditemukan dalam berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalimantan Timur. Kondisi tersebut menjadi perhatian utama TRC PPA Kaltim karena keduanya dinilai saling berkaitan dengan kekerasan seksual maupun kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, mengatakan hampir seluruh kasus yang mereka tangani selalu berkaitan dengan rendahnya akses pendidikan dan kesehatan keluarga korban. Menurutnya, banyak korban berasal dari keluarga prasejahtera yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar anak.
“Dalam setiap kasus yang kami temui, baik kekerasan seksual maupun KDRT, selalu terselip masalah pendidikan dan kesehatan. Banyak anak putus sekolah dan tidak memiliki akses kesehatan yang memadai,” ujar Rina Zainun kepada RRI, dikutip Kamis 21 Mei 2026.
Ia menjelaskan, rendahnya pendidikan dan kesehatan dapat menjadi latar belakang terjadinya kekerasan, sekaligus menjadi dampak setelah kekerasan terjadi. Anak korban kekerasan sering kali mengalami stigma sosial hingga akhirnya tidak diterima di lingkungan sekolah.
Rina menilai korban kerap mendapatkan hujatan dibandingkan pelaku kekerasan. Kondisi tersebut membuat korban mengalami tekanan psikologis dan takut untuk melaporkan tindakan yang dialaminya.
Menurutnya, kasus kekerasan dalam rumah tangga juga banyak dipengaruhi faktor ekonomi keluarga. Ketika pelaku merupakan pencari nafkah utama dalam rumah tangga, korban dan anak-anak sering tidak memiliki keberanian untuk melawan karena bergantung secara ekonomi.
TRC PPA Kaltim juga menemukan banyak kasus anak putus sekolah akibat harus membantu keluarga. Salah satunya adalah tiga anak yatim laki-laki yang merawat ibunya yang mengalami stroke hingga terpaksa berhenti sekolah untuk bekerja dan mencari nafkah.
“Kami menemukan banyak anak yang tidak beruntung dalam hidupnya. Ada yang harus bekerja, menjadi pemulung, bahkan mengurus orang tua yang sakit sehingga hak pendidikan mereka terabaikan,” kata Rina.
Selain pendidikan formal, Rina juga menyoroti pentingnya kesehatan mental anak yang kerap diabaikan orang tua. Ia menilai banyak orang tua belum memahami pentingnya komunikasi dan validasi perasaan anak, khususnya pada usia remaja.
Rina mencontohkan, anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian emosional dari keluarga lebih rentan mencari pelarian di luar rumah. Kondisi tersebut dapat memicu berbagai persoalan sosial, termasuk eksploitasi anak dan kekerasan terhadap anak.
TRC PPA Kaltim berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, tetangga, RT, hingga pemerintah, dapat lebih peduli terhadap kondisi anak-anak di lingkungan sekitar. Pendataan warga secara aktif dinilai penting agar bantuan pendidikan dan kesehatan dapat tepat sasaran.
Ia menegaskan, persoalan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama. Ia mengajak masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap kondisi keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi maupun sosial di lingkungan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....