Percepatan Program MBG 3B, BKKBN Kaltim Soroti Ketepatan Data dan Kualitas Gizi

  • 12 Apr 2026 07:52 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - BKKBN Kalimantan Timur mendorong percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B melalui sejumlah strategi utama. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan. Hal tersebut disampaikan dalam sosialisasi daring yang berlangsung pada Jumat 10 April 2026 dan diikuti oleh para petugas lapangan serta kader.

Ketua Tim Kerja Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat BKKBN Kaltim, Achmad Syarief, menyebut terdapat tiga aspek penting dalam percepatan program. Ketiga aspek tersebut adalah ketepatan sasaran, kualitas nutrisi, dan perubahan perilaku masyarakat. Menurutnya, ketiga aspek ini harus berjalan beriringan agar program MBG 3B dapat memberikan dampak maksimal.

Achmad menegaskan data penerima manfaat harus bersumber dari BKKBN sebagai acuan utama. Data tersebut kemudian diperbarui oleh petugas lapangan agar sesuai dengan kondisi terkini di masing-masing wilayah. Proses pemutakhiran data dinilai krusial untuk menghindari kesalahan sasaran dalam distribusi bantuan.

“Data sasaran awal harus bersumber dari kita, dari BKKBN atau Kemenduk Bangga, dan harus diperbarui sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar setiap pihak yang terlibat tetap berkoordinasi dalam penggunaan data tersebut sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku.

Selain data, kualitas nutrisi juga menjadi perhatian utama dalam program ini. Kandungan protein hewani, kelengkapan gizi, serta keamanan makanan harus dipastikan terpenuhi dalam setiap paket yang didistribusikan kepada penerima manfaat. Hal ini penting untuk memastikan tujuan peningkatan status gizi benar-benar tercapai.

Tidak kalah penting, kader juga diharapkan berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Edukasi tersebut mencakup pentingnya gizi seimbang, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), hingga pemanfaatan layanan kesehatan seperti posyandu. Peran kader dinilai strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, program MBG 3B tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan makanan. Lebih dari itu, program ini diarahkan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat. Dengan dukungan semua pihak,

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....