Komite III DPD RI Dukung MBG, Dorong Pengawasan dan Sistem Diperbaiki
- 29 Agt 2026 15:14 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG dinilai memiliki manfaat langsung bagi sebagian masyarakat, khususnya anak sekolah dan pekerja di dapur penyedia makanan. Meski demikian, pelaksanaan program tersebut tetap perlu dibenahi melalui peningkatan pengawasan dan perbaikan sistem.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komite III DPD RI, Aji Mirni Mawarni, dalam kegiatan silaturahmi dan serap aspirasi masyarakat di PWI Kaltim. Aji mengatakan, penilaian terhadap MBG harus melihat kondisi masyarakat di lapangan secara langsung.
Aji Mirni mengaku tidak dapat begitu saja menyatakan penolakan terhadap program MBG karena menemukan masyarakat yang merasakan manfaatnya. Salah satunya adalah pekerja di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang mendapatkan kesempatan bekerja meski tidak memiliki keterampilan khusus.
“Kalau saya bilang MBG ini bisa ada, tapi kita benahi sistemnya. Dan harus ada peningkatan pengawasan dari semuanya,” ujar Aji Mirni.
Aji Mirni juga mencontohkan anak-anak sekolah yang sebelumnya tidak terbiasa sarapan karena keterbatasan ekonomi. Bagi kelompok masyarakat tersebut, makanan yang diberikan melalui program MBG menjadi salah satu sumber asupan yang membantu memenuhi kebutuhan pangan mereka selama mengikuti kegiatan belajar.
Selain manfaat bagi anak dan pekerja, Aji Mirni menyebut program tersebut turut dirasakan oleh keluarga berpenghasilan rendah. Ia mengaku bertemu seorang ibu yang memiliki empat anak dan bekerja sebagai tukang cuci, yang bersyukur karena adanya MBG dapat membantu memenuhi kebutuhan makan anak-anaknya.
Di sisi lain, Aji Mirni mengingatkan agar pelaksanaan MBG tidak lepas dari pengawasan. "Jika ditemukan persoalan dalam pelaksanaan, solusi yang diperlukan adalah melakukan pembenahan sistem, bukan serta-merta menghapus program yang sudah memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya pada Kamis 27 Agustus 2026.
Aji Mirni juga menyoroti dampak MBG terhadap petani di Kutai Kartanegara. Ia menyebut sejumlah petani bersyukur karena hasil pertanian mereka dapat terserap untuk memenuhi kebutuhan program, sehingga MBG dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi lebih luas apabila dikelola dengan baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....