Bank Sampah Faperta Unmul Samarinda Sukses Raih Omset Jutaan Rupiah

  • 20 Feb 2026 14:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Hampir dua tahun berjalan, Bank Sampah Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Faperta Unmul) mulai menunjukkan capaian dan dampak nyata, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi. Tren peningkatan jumlah nasabah menjadi salah satu indikator tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

Direktur Bank Sampah Faperta Unmul, Ananda Bayu Saputra, mengatakan jumlah nasabah terus mengalami kenaikan. “Yang kami rasakan, banyak nasabah baru yang bergabung. Ini menunjukkan tren naik dan menandakan masyarakat, khususnya sivitas akademika Faperta Unmul, mulai peduli terhadap lingkungan,” ucap Bayu.

Selain peningkatan partisipasi, dampak ekonomi juga dirasakan para pengelola dan nasabah. Bayu menjelaskan, dalam satu bulan bank sampah mampu menyalurkan hasil pengelolaan sampah hingga Rp3 juta sampai Rp4 juta. “Itu hanya dari pengelolaan sampah nasabah. Nanti kami terapkan sistem bagi hasil sesuai dengan kontribusi masing-masing,” kata Bayu.

Ia menambahkan, para pengurus juga diberdayakan melalui sistem insentif untuk menjaga semangat pengelolaan. “Kami saling mendukung, bahkan saat pertemuan rutin mingguan ada bentuk apresiasi agar teman-teman tetap semangat mengelola sampah di lingkungan kampus,” ujarnya.

Dari sisi nasabah, manfaat ekonomi menjadi daya tarik tersendiri. “Banyak yang bilang ternyata sampah itu masih bernilai dan bisa menjadi tambahan uang. Bahkan ada yang mulai tertarik menabung untuk ditukar emas,” ucap Bayu.

Bank Sampah Faperta Unmul juga telah menjalin kemitraan strategis dengan Pegadaian untuk program tukar sampah menjadi emas. Selain itu, dukungan datang dari Kecamatan Samarinda Ulu dan Kelurahan Gunung Kelua. “Alhamdulillah, para pemangku kepentingan sudah mulai mendukung, jadi kami tidak bergerak sendiri,” kata Bayu.

Ia berharap kolaborasi tersebut mampu mewujudkan Samarinda sebagai kota yang bersih dan asri. “Kita dikenal sebagai Kota Tepian. Jangan sampai tepian sungainya justru dipenuhi sampah. Harapannya, Samarinda benar-benar menjadi kota yang rapi dan bersih,” ujarnya.

Dengan capaian ratusan nasabah, perputaran dana jutaan rupiah per bulan, serta dukungan berbagai pihak, Bank Sampah Faperta Unmul optimistis gerakan ini akan terus berkembang dan memberi dampak lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat Kota Samarinda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....