MAKIN Samarinda Gelar Ibadah Imlek 2577 di Religi Center

  • 16 Feb 2026 09:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) Kebajikan Samarinda menggelar ibadah Imlek di Kelenteng Zhong He Miao, Komplek Religi Center, Jalan Jakarta 1, Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda pada Minggu, 15 Februari 2026 pagi. Perayaan Tahun Baru Imlek ke-2577 Kongzili ini mengusung tema "Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan".

Ibadah berlangsung khusyuk dan hidmat. Prosesinya diawali dengan penyucian patung Nabi Konghucu (Kongzi), penghormatan kepada Tuhan (Thian) lalu diikuti Nabi Kongzi, serta leluhur.

Wakil Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Kalimantan Timur sekaligus rohaniwan yang memimpin jalannya ibadah, Jiao Sheng (Js) David Hermanto mengatakan, prosesi penyucian patung berkaitan dengan kepercayaan umat Konghucu menjelang tahun baru.

Penyucian patung merupakan simbol pembersihan diri dan penghormatan kepada para suci. Tradisi tersebut dilakukan setahun sekali menjelang perayaan Imlek.

"Dalam Konghucu, seminggu sebelum Imlek, para suci naik ke langit. Jadi mereka naik ke langit, kami bertugas untuk membersihkan patungnya setahun sekali. Nanti bulan ketiga sampai keempat Imlek, kami beribadah untuk menyambut turunnya para suci," ujar Js. David.

Usai penyucian patung Nabi Kongzi, ibadah dimulai dengan penghormatan kepada Tuhan yang dilakukan di luar kelenteng, menghadap ke arah langit.

Js David menjelaskan, ajaran Konghucu juga mengenal adanya Tuhan. Karenanya, sebelum bersembahyang kepada para suci, umat diwajibkan berdoa kepada Tuhan yang tidak dapat dipersonifikasi wujudnya.

"Kami bersembahyang kepada Tuhan yang Maha Esa itu tidak ada wujudnya, tidak ada patungnya, karena Tuhan menurut kami itu tidak bisa dilihat, tidak bisa dipersonifikasikan. Tapi kita bisa merasakan kehadirannya lewat hukum-hukum alamnya," kata Js David.

Prosesi penghormatan kepada Nabi Kongzi yang dilakukan di dalam kelenteng. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Selesai bersembahyang kepada Tuhan, selanjutnya adalah penghormatan kepada Nabi Kongzi yang dilakukan di dalam kelenteng. Prosesi sembahyang pun diakhiri dengan pembakaran kertas persembahyangan.

Js David mengungkapkan, ritual perayaan Imlek ini tidak hanya dilaksanakan di tempat ibadah saja, tetapi juga dilanjutkan di masing-masing rumah. Umat Konghucu akan beribadah di altar milik keluarga dan berkumpul bersama sanak saudara pada malam harinya. Ibadah akan terus berlangsung hingga hari ke-15 bulan pertama tahun baru Imlek atau Cap Gomeh.

Mengenai tema perayaan Imlek 2026, Js David menuturkan, ungkapan “Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan” mengandung pesan sosial, khususnya bagi negara Indonesia.

"Jadi ibaratnya kalau negara hadir dan bisa adil kepada seluruh warga negaranya. Pasti niscaya rakyatnya akan hidup makmur, sentosa dan tidak ada lagi yang berada di garis kemiskinan," ujarnya.

Wakil Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Kalimantan Timur sekaligus rohaniawan yang memimpin jalannya ibadah, Jiao Sheng (Js) David Hermanto. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Tidak hanya bagi negara, Js David juga mengajak umat Konghucu untuk menjadikan momen Imlek sebagai sarana introspeksi diri dan penguatan iman. Ia meminta umat untuk lebih siap secara spiritual, mengingat tahun ini merupakan Tahun Kuda Api yang membutuhkan kesiapan mental dan batin.

"Semoga lebih mawas diri dan introspeksi diri bahwa tahun ke depan itu bukan semata-mata kita merayakan pesta tahun baru lalu selesai. Tidak, tapi lebih ke kita harus khusyuk beribadah," ucapnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....