Perguruan Ilmu Sejati Satu Abad Rawat Moral Bangsa
- 01 Feb 2026 08:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Peringatan satu abad Perguruan Ilmu Sejati menjadi penegasan, nilai budaya dan spiritual masih memiliki ruang penting dalam kehidupan masyarakat perkotaan. Momentum tersebut mengemuka saat Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menghadiri peringatan HUT ke-100 Perguruan Ilmu Sejati di Kecamatan Palaran, Sabtu, 31 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Perguruan Ilmu Sejati Perwakilan Daerah Kota Samarinda itu dihadiri unsur pemerintah daerah, pengurus perguruan, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Kehadiran lintas elemen tersebut mencerminkan kuatnya ikatan sosial yang terbangun melalui ajaran dan praktik kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Samarinda menyebut, usia satu abad sebagai bukti konsistensi Perguruan Ilmu Sejati dalam menjaga nilai budi pekerti. “Seratus tahun adalah perjalanan panjang yang mencerminkan keteguhan, konsistensi, serta kepercayaan masyarakat terhadap ajaran Ilmu Sejati,” ujar Saefuddin Zuhri, dilansir dari laman ppid.samarindakota.go.id.
Ia menambahkan, sejak pertama kali diajarkan oleh almarhum Raden Soedjono Prawiro Soedarso pada 1925, Perguruan Ilmu Sejati telah menjadi wadah pembinaan karakter keluarga di berbagai daerah. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dalam mendukung pembangunan manusia yang berakhlak dan berbudaya.
Menurut Saefuddin Zuhri, di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, keberadaan perguruan budaya memiliki peran strategis sebagai penjaga moral dan etika masyarakat. “Nilai luhur seperti toleransi, persatuan, dan pengendalian diri perlu terus dirawat agar tetap hidup dan membumi,” katanya.
Sebagai simbol penghormatan terhadap kearifan lokal, Wakil Wali Kota Samarinda menyerahkan tokoh wayang kepada Romo Perguruan Ilmu Sejati. Wayang tersebut melambangkan tuntunan moral dan filosofi kehidupan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya bangsa.
Rangkaian peringatan juga diisi dengan penyerahan bingkisan bakti sosial kepada warga sekitar serta pagelaran wayang sebagai penutup acara. Peringatan satu abad Perguruan Ilmu Sejati tidak hanya menjadi refleksi sejarah, tetapi juga pengingat bahwa pembangunan kota membutuhkan fondasi nilai budaya yang kuat dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....