Sekolah Inklusi Wujudkan Pendidikan tanpa Diskriminasi
- 11 Mei 2026 14:35 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pendidikan inklusif di Samarinda mulai menunjukkan perkembangan positif. Sekolah-sekolah umum yang sebelumnya ragu menerima siswa berkebutuhan khusus, kini perlahan lebih terbuka. Perubahan tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam pengembangan pendidikan inklusif di daerah.
“Awalnya memang banyak sekolah yang menolak karena merasa belum siap. Namun sekarang perkembangannya sangat positif,” kata Nihan Kristiyani selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pusat Layanan dan Pendidikan Inklusif (PLDPI) Samarinda.
Banyak sekolah yang merasa belum siap, karena minimnya pemahaman guru dalam menangani anak berkebutuhan khusus. Untuk mengatasi persoalan tersebut, PLDPI Samarinda secara rutin mengadakan pelatihan dan bimbingan teknis kepada guru-guru sekolah dasar maupun menengah. Pelatihan itu bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mendampingi siswa berkebutuhan khusus.
Saat ini, konsep pendidikan inklusif tidak lagi memisahkan anak berkebutuhan khusus dalam kelas tersendiri. Sebaliknya, siswa belajar bersama di kelas reguler dengan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan.
“Sekarang guru sudah dibekali ilmu untuk menangani anak berkebutuhan khusus, yang bercampur dengan siswa reguler agar tetap bisa belajar bersama,” ujar Nihan, dikutip Senin, 11 Mei 2026.
Dalam praktiknya, sekolah juga mulai menerapkan Program Pembelajaran Individu (PPI) bagi siswa tertentu. Melalui sistem tersebut, materi dan target pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak.
Selain itu, keberadaan guru pendamping khusus atau shadow teacher turut membantu proses belajar siswa di kelas. Pendamping ini bertugas membantu anak memahami instruksi guru, sekaligus menjaga kondisi emosional siswa selama kegiatan belajar berlangsung.
Komunikasi antara guru dan orang tua menjadi faktor penting keberhasilan pendidikan inklusif. “Terkadang orang tua masih denial terhadap kondisi anak. Karena itu komunikasi guru dan orang tua harus dilakukan dengan pendekatan yang baik,” ucap Nihan kepada RRI Pro4 Samarinda.
Meski masih menghadapi keterbatasan tenaga dan fasilitas, PLDPI Samarinda optimis pendidikan inklusif akan terus berkembang jika seluruh pihak bekerja sama untuk menciptakan pendidikan yang setara bagi semua anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....