RM Garden Jadi Benteng Pelestarian Plasma Nutfah Unggulan Kaltim
- 12 Mei 2026 00:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Di tengah pesatnya pembangunan dan alih fungsi lahan, keberadaan kebun RM Garden di kawasan Batu Mesaung, Sempaja Ujung, Samarinda, menjadi harapan baru bagi pelestarian plasma nutfah unggulan Kalimantan Timur. Kebun yang dikembangkan Pengawas Benih Tanaman Ahli Madya UPTD Pengawasan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim, Rahman, tidak sekadar menjadi lahan budidaya, tetapi juga pusat konservasi varietas lokal yang mulai langka.
Dalam Talkshow Kita Indonesia Pro 1 RRI Samarinda awal Mei lalu, Rahman mengungkapkan perjalanan panjangnya menelusuri berbagai daerah di Kalimantan Timur untuk mencari pohon induk tanaman unggulan lokal yang telah dilepas sebagai varietas nasional. Salah satu pengalaman yang paling membekas ialah ketika dirinya ditugaskan mencari pohon induk cempedak dan manggis Malinau di Kutai Barat hingga Malinau.
Menurut Rahman, tantangan terbesar dalam pelestarian plasma nutfah bukan hanya faktor alam, tetapi juga minimnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga pohon induk asli. Ia bahkan pernah mendapati pohon induk yang telah ditetapkan justru ditebang oleh pemilik lahan, sehingga menyulitkan proses pengembangan benih unggulan daerah.
“Kalau tidak ada orang yang punya komitmen menjaga dan melestarikan plasma nutfah, maka varietas unggulan daerah bisa hilang begitu saja. Kita akan kesulitan menemukan kembali varietas asli yang sudah dilepas menjadi varietas unggul nasional,” ujar Rahman.
Perjalanan Rahman menelusuri varietas unggulan daerah juga diwarnai pengalaman menemukan dugaan pemalsuan pohon induk durian legendaris “Ligit” di Long Iram. Ia menyebut, saat itu banyak pihak mengambil entres atau bahan sambung tanpa menghargai pemilik pohon asli, sehingga masyarakat enggan menunjukkan pohon induk sebenarnya. Akibatnya, benih yang beredar tidak lagi sesuai dengan varietas asli.
Kondisi tersebut membuat Rahman semakin tergerak membangun kawasan konservasi plasma nutfah di RM Garden. Sedikit demi sedikit, ia mengumpulkan dan menanam kembali berbagai varietas unggulan lokal Kalimantan Timur, mulai dari durian Ligit, cempadak Malinau, hingga langsat air putih yang kini semakin sulit ditemukan.
“Setelah melihat banyak varietas unggulan mulai hilang, saya berniat jika diberi rezeki akan menanam kembali plasma nutfah itu di kebun ini untuk dijaga dan dilestarikan. Nantinya benih-benih itu bisa dikembalikan lagi ke daerah asalnya,” katanya.
Rahman menjelaskan, RM Garden juga dikembangkan sebagai pusat pelatihan pertanian melalui pembentukan P4S atau Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya. Di tempat tersebut, masyarakat, petani, hingga pelajar dapat belajar langsung mengenai teknik budidaya, pelestarian varietas lokal, hingga pengembangan benih tanaman unggulan.
Tidak hanya itu, RM Garden kini menjadi lokasi praktik dan penelitian bagi berbagai kalangan akademisi. Mulai dari siswa SMK, mahasiswa, hingga peneliti jenjang S1, S2, dan S3 disebut telah melakukan penelitian di kawasan tersebut. Menurut Rahman, hal itu menjadi bukti bahwa pelestarian plasma nutfah dapat berjalan seiring dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan.
Keberadaan RM Garden pun diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kekayaan hayati lokal Kalimantan Timur. Dengan menjaga varietas unggulan daerah, masyarakat tidak hanya melestarikan warisan alam, tetapi juga menjaga identitas dan potensi ekonomi daerah untuk generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....