Antusias Anak SD, Semangat Gerak Selaras Terjaga

  • 31 Jan 2026 06:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dalam obrolan program SPADA (Selamat Pagi Teman Pro2), Ghita dari komunitas Gerak Selaras berbagi kisah tentang pengalaman mereka mendampingi anak-anak sekolah dasar belajar teknologi. Baginya, energi terbesar justru datang dari antusiasme anak-anak itu sendiri, yang kerap menjadi penyemangat di tengah rasa lelah.

Ghita mengaku, menghadapi anak-anak SD memang melelahkan, tapi sekaligus menyenangkan. “Kalau ngejar anak-anak SD, antusiasme mereka itu bikin kita ikut semangat. Kadang capek atau kesel, tapi lihat mereka semangat, kita jadi senang,” ujarnya. Respons polos dan rasa ingin tahu anak-anak menjadi bahan bakar utama bagi para relawan.

Ketertarikan Gerak Selaras pada isu teknologi lahir dari keresahan melihat perkembangan zaman yang begitu cepat. Ghita menilai, literasi teknologi sudah seharusnya dikenalkan sejak dini. “Teknologi sekarang makin maju, jadi kita mau semua anak itu sudah ngerti, walaupun baru dasar-dasarnya,” katanya menegaskan tujuan gerakan ini.

Dalam proses belajar, pertanyaan kritis pun sering muncul dari anak-anak. Salah satunya yang paling sering ditanyakan adalah alasan belajar teknologi sejak SD. “Ada anak yang tanya, ‘Kak, kan kita masih SD, kenapa gak belajar nanti pas SMP atau SMA?’” cerita Ghita. Pertanyaan itu justru membuka ruang diskusi yang lebih luas.

Menanggapi hal tersebut, Ghita menjelaskan bahwa belajar tidak mengenal waktu. “Saya jawab, gak ada salahnya belajar dari sekarang. Kami melihat ada kesenjangan pengetahuan teknologi di Samarinda. Bukan cuma di daerah terpencil, bahkan di kota masih banyak sekolah yang belum menerapkan teknologi,” ujarnya, menyoroti realita pendidikan digital.

Materi yang diberikan pun dibuat dekat dengan dunia anak-anak. Salah satunya melalui Canva, dengan tugas kreatif yang menyenangkan. “Kami ajarkan bikin desain di Canva tentang cita-cita mereka mau jadi apa, lengkap dengan elemen-elemennya,” kata Ghita. Cara ini membuat anak-anak lebih tertarik dan berani berekspresi.

Pengalaman pribadi Ghita juga menjadi alasan kuat mengapa literasi teknologi perlu dimulai sejak SD. Ia mengaku sempat kaget saat awal kuliah karena keterbatasan kemampuan teknologinya. “Walaupun di sekolah ada pelajaran, tapi yang dipahami cuma dasar. Makanya setidaknya anak SD ini paham hal sederhana, kayak ganti font,” ujarnya. Bagi Gerak Selaras, langkah kecil hari ini bisa jadi bekal besar untuk masa depan anak-anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....