Evaluasi Bencana 2025, Paser Tingkatkan Kesiapsiagaan 2026
- 24 Jan 2026 08:42 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, merupakan wilayah dengan karakter geografis dan iklim yang menyimpan beragam potensi kebencanaan. Banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga cuaca ekstrem menjadi ancaman yang terus dihadapi masyarakat setiap tahun. Kondisi tersebut menuntut upaya penanggulangan bencana yang berkelanjutan dan terukur.
Sepanjang tahun 2025, sejumlah kejadian bencana tercatat terjadi di Kabupaten Paser. Peristiwa-peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan dampak sosial dan ekonomi, tetapi juga menjadi catatan penting sekaligus pembelajaran bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Evaluasi menyeluruh pun dinilai krusial untuk meningkatkan kesiapsiagaan memasuki tahun 2026.
Hal itu dibahas dalam Dialog Kentongan RRI Pro 1 Samarinda, Selasa 20 Januari 2026, yang menghadirkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser, Ruslan. Dalam dialog tersebut dibahas evaluasi penanggulangan bencana tahun 2025, strategi penguatan mitigasi tahun 2026, serta potensi kebencanaan yang perlu diwaspadai di awal tahun.
Ruslan menyampaikan bahwa kejadian bencana di Kabupaten Paser cenderung berulang setiap tahun dengan variasi tingkat dampak. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi dasar penting bagi BPBD untuk terus memperbaiki sistem penanggulangan dan mitigasi bencana agar lebih responsif dan adaptif terhadap perubahan lingkungan.
“Evaluasi dari kejadian-kejadian bencana sebelumnya menjadi landasan kami untuk menyusun langkah-langkah yang lebih terarah, agar pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana, dapat berjalan optimal,” ujar Ruslan.
Memasuki tahun 2026, BPBD Kabupaten Paser menetapkan sejumlah program prioritas. Fokus utama diarahkan pada monitoring lingkungan dan prediksi bencana secara real time, penyusunan serta pemutakhiran dokumen rencana penanggulangan bencana, hingga pemetaan tingkat kerentanan wilayah yang berpotensi mengalami bencana, terutama karhutla.
Selain itu, penguatan sumber daya manusia menjadi perhatian serius. BPBD mendorong peningkatan kapasitas relawan melalui pelatihan rutin dan sertifikasi, khususnya di desa dan kelurahan dengan tingkat kerawanan tinggi. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat respons masyarakat saat bencana terjadi.
BPBD Kabupaten Paser juga mengembangkan simulasi dan edukasi kebencanaan berbasis teknologi. Penyebaran informasi yang cepat dan akurat dinilai sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pengurangan risiko bencana serta memperkuat kesiapsiagaan kolektif.
“Upaya penanggulangan bencana tidak akan maksimal tanpa kolaborasi lintas sektor. Karena itu kami terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk media, agar informasi kebencanaan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” kata Ruslan.
Melalui evaluasi berkelanjutan dan penguatan mitigasi yang terencana, Pemerintah Kabupaten Paser berharap mampu meminimalkan risiko bencana di masa mendatang. Sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan daerah yang lebih tangguh dan siap menghadapi ancaman bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....