Kementan Dorong Pertanian Modern dan Regenerasi Petani di Anggana
- 13 Mei 2026 16:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Kunjungan Tenaga Ahli Kementerian Pertanian RI di Kalimantan Timur berlanjut ke lokasi Brigade Pangan (BP) Oplah Anggana, Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Selasa 12 Mei 2026. Kegiatan tersebut difokuskan untuk memantau perkembangan pertanian modern sekaligus mendorong regenerasi petani muda di wilayah sentra produksi pangan.
Dalam kunjungan itu, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Kalimantan Timur, Ahmad Subhan, mendampingi Tenaga Ahli Kementerian Pertanian RI bidang Pembinaan Petani Muda, R. Sonny Soerojo. Turut hadir perwakilan BBPSDMP, Kapoksi Penyuluhan CWS, penyuluh pertanian Kecamatan Anggana, Pemuda Tani Milenial, serta petani setempat.
Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap pelaksanaan Brigade Pangan dan program optimalisasi lahan (oplah) yang telah berjalan sejak 2025 di BP Sidomulyo Sejahtera. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dalam pertemuan bersama petani, tim Kementerian Pertanian meninjau perkembangan luas tambah tanam (LTT) dan peningkatan indeks pertanaman (IP) yang ditargetkan mencapai minimal IP 200. Pemanfaatan teknologi modern dalam pengelolaan lahan dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai target tersebut.
Sonny Soerojo menegaskan bahwa Brigade Pangan diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertanian modern berbasis generasi muda. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga dari sejauh mana sektor pertanian mampu menarik minat anak muda untuk terlibat langsung di lapangan.
“Brigade Pangan harus mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjadi ruang regenerasi petani muda melalui penerapan teknologi pertanian modern,” ujar Sonny Soerojo saat berdialog dengan petani di BP Sidomulyo Sejahtera.
Selain membahas capaian program, pertemuan tersebut juga menggali berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan. Sejumlah kendala yang disampaikan berkaitan dengan pengelolaan lahan, sarana produksi, hingga kualitas hasil panen yang harus memenuhi standar penyerapan gabah oleh BULOG.
Dalam diskusi itu, petani menyampaikan bahwa kemitraan dengan BULOG menjadi hal penting untuk menjaga stabilitas pemasaran hasil panen. Kualitas gabah, terutama kadar air maksimal 25 persen, menjadi syarat utama agar hasil produksi dapat terserap secara optimal.
“Kami sangat terbantu dengan dukungan Brigade Pangan, terutama dalam pendampingan usaha tani. Namun masih ada beberapa kendala teknis di lapangan yang berharap bisa segera mendapatkan solusi,” ucap salah seorang petani peserta pertemuan.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah evaluasi sekaligus penguatan program pertanian modern di Kalimantan Timur. Dengan dukungan teknologi, pendampingan penyuluh, dan keterlibatan petani muda, pemerintah optimistis program Brigade Pangan dan optimalisasi lahan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....