Cetak Sawah Rakyat di Paser Jadi Fokus Monev Kementan

  • 16 Mei 2026 13:04 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Di tengah suasana libur nasional yang identik dengan jeda aktivitas, jajaran Kementerian Pertanian RI justru turun langsung ke lapangan untuk memastikan program strategis pertanian tetap berjalan. Kamis, 14 Mei 2026, kegiatan monitoring dan evaluasi Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2025 dilaksanakan di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan daerah.

Kunjungan tersebut dipimpin Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Kepemudaan dan Pembinaan Petani Muda, R. Sonny Soerojo JR.. Ia hadir bersama perwakilan BBPSDMP serta jajaran Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur. Turut mendampingi dalam kegiatan itu Kapoksi Program dan Pengujian BRMP Kaltim, Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian, Katimker Penyuluh Kabupaten Paser, Koordinator BPP Long Kali, penyuluh pertanian lapangan, perwakilan PT Pupuk Indonesia, hingga kelompok tani BP Umo Taka.

Rangkaian monitoring dipusatkan pada evaluasi pelaksanaan program cetak sawah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam memperluas lahan produksi pangan. Kabupaten Paser dinilai memiliki potensi besar sebagai kawasan pengembangan pertanian di Kalimantan Timur, terutama untuk mendukung kebutuhan beras regional di tengah meningkatnya tantangan sektor pangan nasional.

Meski dilaksanakan pada hari libur nasional, suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Para penyuluh dan petani memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan langsung kondisi riil di lapangan kepada perwakilan kementerian. Diskusi berlangsung terbuka dengan fokus utama pada percepatan realisasi program dan penyelesaian berbagai kendala teknis.

Dalam dialog tersebut, petani mengungkapkan sejumlah persoalan yang masih menjadi hambatan utama. Tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) disebut berdampak langsung terhadap biaya operasional pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga distribusi hasil panen. Selain itu, keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga dinilai memperlambat proses kerja di lapangan.

Permasalahan lain yang mendapat perhatian serius adalah sistem pengairan. Sejumlah area sawah baru dinilai masih membutuhkan penataan irigasi agar mampu mendukung produktivitas secara maksimal. Petani berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi konkret sehingga lahan yang telah dicetak dapat benar-benar produktif dan berkelanjutan.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian, R. Sonny Soerojo JR., menegaskan bahwa pemerintah pusat terus mendorong percepatan pengembangan sektor pangan di daerah. “Program cetak sawah rakyat ini bukan sekadar membuka lahan baru, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan pangan nasional dari daerah. Karena itu, setiap kendala di lapangan harus segera dipetakan dan dicarikan solusi bersama,” ujarnya saat berdialog dengan petani dan penyuluh.

Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan tidak dapat dicapai hanya melalui kebijakan dari pusat, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia juga mengapresiasi semangat para penyuluh pertanian yang tetap bekerja mendampingi petani meski berada di tengah hari libur nasional.

Sementara itu, perwakilan kelompok tani BP Umo Taka menyampaikan harapan agar bantuan sarana pendukung pertanian dapat segera direalisasikan. “Kami siap mendukung program pemerintah dan mengelola lahan yang ada. Namun kebutuhan alsintan dan pembenahan pengairan memang sangat mendesak agar hasil yang dicapai bisa maksimal,” kata salah satu anggota kelompok tani dalam sesi diskusi tersebut.

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut menjadi gambaran bahwa upaya menuju swasembada pangan membutuhkan kerja bersama yang konsisten, bahkan di tengah hari libur sekalipun. Dari Kabupaten Paser, langkah-langkah kecil terus dibangun untuk memperkuat sektor pertanian Kalimantan Timur, dengan harapan mampu menjadi salah satu penopang ketahanan pangan Indonesia di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....