Dampak negatif tidur setelah sahur bagi kesehatan

  • 27 Feb 2026 07:19 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna- Bulan Ramadhan identik dengan perubahan pola makan dan pola tidur. Aktivitas sahur yang dilakukan pada dini hari sering kali membuat sebagian orang memilih kembali tidur setelah makan, sebelum memulai aktivitas harian. Meski terasa praktis untuk menambah waktu istirahat, kebiasaan tidur segera setelah sahur ternyata dapat menimbulkan sejumlah dampak negatif bagi kesehatan.

Salah satu dampak yang paling umum terjadi adalah gangguan pencernaan. Setelah makan, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan dengan optimal. Ketika seseorang langsung berbaring atau tidur, proses pencernaan bisa terganggu karena posisi tubuh yang datar memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.

Tidur setelah makan juga dapat memperlambat metabolisme tubuh. Saat tubuh tidak aktif, pembakaran kalori menjadi kurang optimal. Akibatnya, energi dari makanan yang seharusnya digunakan untuk aktivitas justru berpotensi disimpan dalam bentuk lemak.

Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus selama Ramadhan tanpa diimbangi pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup, risiko kenaikan berat badan bisa meningkat.

Meski bertujuan menambah waktu istirahat, tidur setelah sahur belum tentu menghasilkan kualitas tidur yang baik. Proses pencernaan yang masih berlangsung dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman sehingga tidur menjadi kurang nyenyak. Beberapa orang bahkan mengalami perut kembung atau mual saat bangun.

Selain itu, siklus tidur yang terpotong, bangun untuk sahur lalu tidur kembali dalam waktu singkat, dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Hal ini berpotensi menyebabkan rasa lemas dan kurang fokus saat beraktivitas di siang hari.

Dalam jangka panjang, kebiasaan langsung tidur setelah makan tidak hanya berdampak pada pencernaan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan metabolik. Kombinasi antara pola makan tinggi kalori saat sahur dan minimnya aktivitas fisik setelahnya dapat memengaruhi kadar gula darah serta kesehatan jantung.

Karena itu, para ahli kesehatan umumnya menyarankan untuk memberi jeda waktu sekitar 30 hingga 60 menit antara makan dan tidur. Selama jeda tersebut, aktivitas ringan seperti duduk tegak, berjalan santai, atau menunaikan ibadah dapat membantu proses pencernaan berjalan lebih baik.

Agar tubuh tetap bugar selama berpuasa, penting untuk memperhatikan pola sahur. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidak berlebihan, serta menghindari makanan terlalu berlemak dan pedas dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan. Selain itu, mengatur waktu tidur lebih awal di malam hari menjadi solusi yang lebih sehat dibandingkan langsung tidur setelah sahur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....