Panduan Rasio Bawang untuk Menghasilkan Cita Rasa Masakan yang Lebih Nikmat

  • 20 Agt 2026 15:40 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Masakan yang terasa kurang sedap tidak selalu disebabkan oleh kurangnya garam atau bumbu lainnya. Salah satu hal yang sering luput diperhatikan adalah perbandingan penggunaan bawang merah dan bawang putih dalam masakan.

Melansir dari unggahan Instagram @gizinusantara, rasio bawang dapat menjadi patokan awal untuk mendapatkan cita rasa yang lebih seimbang. Untuk masakan tumisan, misalnya, perbandingan bawang merah dan bawang putih yang bisa digunakan adalah 2 banding 1. Rasio ini cocok untuk berbagai menu seperti tumis kangkung, tumis buncis, cah brokoli, hingga oseng tempe.

Sementara itu, untuk makanan berkuah, penggunaan bawang merah dan bawang putih dengan rasio 1 banding 1 dapat menghasilkan rasa gurih dengan aroma bawang yang tidak terlalu dominan. Perbandingan ini dapat diterapkan pada masakan seperti sop ayam, sayur bening, dan soto bening.

Berbeda dengan tumisan, bumbu balado atau bumbu merah dapat menggunakan bawang merah lebih banyak, dengan rasio 2 banding 1 terhadap bawang putih. Dominasi bawang merah dipercaya membantu menghasilkan bumbu yang lebih kuat dan aromatik, sehingga cocok untuk sambal goreng ati, tempe balado, ayam bumbu merah, maupun balado terong.

Untuk marinasi daging dan ikan, justru bawang putih dapat dibuat lebih dominan dengan rasio bawang merah dan bawang putih 1 banding 2. Penggunaan bawang putih yang lebih banyak memberikan aroma serta rasa yang lebih kuat pada bahan yang akan dimarinasi, seperti ayam bakar, sate ayam, dan ikan goreng.

Sedangkan pada masakan bersantan, rasio bawang merah dan bawang putih yang dapat digunakan adalah 3 banding 1. Bawang merah yang lebih dominan dapat memberikan cita rasa gurih dengan aroma yang lebih lembut pada hidangan seperti opor ayam, gulai, sayur lodeh, hingga rendang.

Meski demikian, rasio tersebut tidak harus selalu diikuti secara kaku. Perbandingan bawang dapat disesuaikan dengan jumlah bahan, jenis masakan, selera rasa, serta penggunaan bumbu lainnya. Dengan menjadikan rasio tersebut sebagai patokan awal, kita bisa lebih mudah menyesuaikan cita rasa hingga menemukan komposisi bumbu yang paling sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....