Keistimewaan Nasi Kuning dalam Jamuan Tradisional Melayu

  • 15 Jun 2026 10:37 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna- Nasi kuning merupakan salah satu hidangan yang memiliki tempat istimewa dalam berbagai jamuan tradisional Melayu. Sajian ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga mengandung nilai budaya dan filosofi yang diwariskan secara turun-temurun.

Warna kuning pada nasi diperoleh dari penggunaan kunyit yang menjadi salah satu rempah khas Nusantara. Dalam tradisi Melayu, warna kuning sering dikaitkan dengan kemuliaan, kebahagiaan, serta harapan akan keberkahan dalam setiap acara yang diselenggarakan.

Dilansir dari Wikipedia nasi kuning kerap hadir dalam berbagai kegiatan adat dan perayaan keluarga. Mulai dari syukuran, kenduri, pernikahan, hingga peringatan hari-hari penting, hidangan ini menjadi simbol rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.

Selain memiliki makna simbolis, nasi kuning juga dikenal karena cita rasanya yang khas. Perpaduan santan, kunyit, dan berbagai rempah menghasilkan aroma harum serta rasa gurih yang disukai banyak orang.

Dalam jamuan tradisional Melayu, nasi kuning biasanya disajikan bersama aneka lauk pendamping. Ayam, telur, sambal, ikan, serta berbagai olahan khas daerah menjadi pelengkap yang semakin memperkaya kelezatan hidangan tersebut.

Penyajian nasi kuning juga sering dilakukan dengan tata cara yang menarik dan penuh makna. Pada beberapa acara, nasi kuning dibentuk menyerupai kerucut atau disusun secara khusus sebagai lambang penghormatan kepada tamu dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

Hingga kini, nasi kuning tetap menjadi bagian penting dalam tradisi masyarakat Melayu. Kehadirannya tidak hanya melestarikan warisan kuliner, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan penghormatan terhadap budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....