Terlalu Sering Makan Gorengan, Kenali Risikonya bagi Kesehatan

  • 06 Okt 2026 15:19 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Gorengan menjadi salah satu makanan yang banyak digemari karena rasanya gurih dan teksturnya renyah. Namun, menurut laman Alodokter, konsumsi gorengan terlalu sering dapat meningkatkan asupan kalori dan lemak serta berkaitan dengan sejumlah risiko kesehatan.

Tempe, tahu, ayam, dan berbagai bahan makanan lainnya sebenarnya dapat menjadi bagian dari pola makan sehat jika diolah dengan cara yang tepat. Proses menggoreng dapat membuat makanan menyerap minyak sehingga kandungan kalori dan lemaknya menjadi lebih tinggi dibandingkan metode pengolahan seperti mengukus atau merebus.

Salah satu risiko dari terlalu sering mengonsumsi makanan yang digoreng adalah meningkatnya asupan kalori. Jika asupan kalori lebih banyak daripada kebutuhan tubuh dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan obesitas.

Gorengan juga dapat mengandung lemak trans, terutama apabila menggunakan minyak yang mengalami proses pemanasan berulang atau berasal dari bahan pangan tertentu. Asupan lemak trans yang tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Makanan yang digoreng dengan lapisan tepung umumnya juga mengandung kalori, karbohidrat, dan lemak lebih tinggi. Konsumsi makanan tinggi lemak dan kalori secara berlebihan, terutama jika disertai pola hidup kurang aktif, dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme seperti diabetes tipe 2.

Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah terbentuknya akrilamida ketika makanan tertentu yang kaya karbohidrat dimasak pada suhu tinggi. Mengutip Alodokter, paparan akrilamida dalam jumlah tinggi dan dalam kondisi tertentu masih menjadi perhatian dalam penelitian terkait risiko kanker, sehingga konsumsi makanan yang digoreng sebaiknya tidak berlebihan.

Selain itu, pola makan yang tinggi makanan berlemak juga dapat kurang mendukung kesehatan secara keseluruhan apabila menggantikan makanan bergizi lainnya. Karena itu, konsumsi gorengan sebaiknya diimbangi dengan makanan beragam yang mencakup sayuran, buah, sumber protein, dan makanan pokok sesuai kebutuhan tubuh.

Bagi sebagian orang, makanan yang digoreng juga dapat membuat keluhan pada saluran pernapasan terasa lebih mengganggu, terutama ketika sedang mengalami kondisi seperti radang tenggorokan atau batuk. Oleh sebab itu, memperhatikan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh.

Gorengan tidak harus sepenuhnya dihindari, tetapi frekuensi dan porsinya perlu diperhatikan sebagai bagian dari pola makan yang seimbang. Dengan mengutamakan makanan bergizi dan membatasi konsumsi makanan yang tinggi lemak serta kalori, masyarakat dapat membantu menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....