Kenali Risiko Penggunaan Kutek bagi Kesehatan
- 12 Sep 2026 10:48 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Kutek umumnya digunakan agar kuku tangan atau kuku kaki terlihat menarik. Saat ini, kutek yang beredar di pasaran tersedia dengan kandungan dan warna yang beragam. Meski dapat mempercantik penampilan, beberapa kandungan tertentu dalam kutek justru dapat membahayakan kesehatan.
Kutek bisa saja mengandung berbagai bahan atau zat kimia berbahaya untuk kesehatan. Produk kutek yang diklaim lebih aman dan sehat juga bisa mengandung zat kimia beracun yang berbahaya, hanya saja kadarnya lebih sedikit.
Zat beracun, seperti formaldehida atau formalin, merkuri, dan logam berat timbal, dapat menimbulkan iritasi pada mata, hidung, kerongkongan, dan paru-paru. Selain itu, paparan zat berbahaya tersebut dalam jumlah banyak atau jangka panjang juga diketahui bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker.
Sementara itu, zat phthalates pada kutek dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan hormon, masalah kesuburan, dan pubertas dini pada anak-anak. Phthalates juga banyak ditemukan pada produk plastik, seperti botol atau alat makan dan minum, serta produk pembersih rumah tangga. Dilansir dari laman www.alodokter.com, ada beberapa masalah kesehatan yang perlu diwaspadai akibat paparan zat kimia dalam kutek yang berbahaya, diantaranya :
| Baca juga: Kenali Penyebab Gagal Ginjal sejak Dini |
1. Gangguan mata
Penggunaan kutek yang mengandung bahan berbahaya dapat menyebabkan iritasi, hingga kemungkinan mencederai mata. Gejala yang muncul bisa berupa mata merah, perih, dan berair. Jika di biarkan, lama kelamaan akan berdamak buruk pada kesehatan mata.
2. Gangguan pencernaan
Gangguan pencernaan bisa dialami jika terlalu lama terpapar zat kimia dari kutek atau tidak sengaja menelan cairan kutek. Beberapa gejala yang dapat muncul akibat keracunan zat kimia tersebut adalah mual, muntah, dan sakit perut.
3. Gangguan saluran kemih
Selain dapat mengganggu pencernaan, paparan zat kimia berbahaya dari kutek juga bisa mengganggu fungsi ginjal dan saluran kemih. Ketika sudah menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa gejala yang muncul adalah sulit atau bahkan tidak buang air kecil sama sekali, tubuh terasa lemas, atau bengkak-bengkak di tubuh.
4. Gangguan saluran pernapasan
Zat kimia di dalam kutek banyak yang bersifat iritatif atau menyebabkan iritasi. Jika terhirup dalam jumlah yang banyak, kutek dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan dan paru-paru, serta menimbulkan gejala batuk, nyeri tenggorokan, hidung berair, atau sesak napas.
| Baca juga: Bolehkah Bayi Tidur di Ruangan Ber-AC? |
5. Gangguan sistem saraf
Gangguan sistem saraf juga bisa terjadi jika terlalu banyak terpapar zat kimia dari kutek, seperti merkuri, logam berat, dan formaldehida. Paparan zat aseton pada pembersih kutek juga diketahui bisa mengganggu fungsi saraf.Gangguan pada sistem saraf akibat paparan zat beracun bisa menyebabkan gejala berupa mudah mengantuk, gangguan keseimbangan, halusinasi, hingga kejang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....