Singkong Warisan Pangan Nusantara yang Kaya Manfaat

  • 21 Sep 2026 16:55 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Singkong atau Manihot esculenta merupakan salah satu bahan pangan yang banyak ditemukan di Indonesia dan memiliki beragam nama daerah. Di Sunda dikenal sebagai sampeu, di Sumatera disebut ubi, sementara masyarakat Jawa mengenalnya sebagai pohung atau telo kaspe, sedangkan di wilayah lainnya terdapat sebutan seperti ketela, bungkahe, kasubi, kaopi, kaspe, hingga kasbi.

Melansir dari @badanpangannasional, secara historis, singkong berasal dari Brasil dan telah dibudidayakan sejak ribuan tahun lalu oleh masyarakat di kawasan Yucatan, Meksiko. Tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia, setelah dibawa oleh Portugis ke Maluku pada abad ke-16.

Di Indonesia, penanaman singkong berkembang lebih luas pada sekitar tahun 1850-an ketika pemerintah kolonial Belanda membudidayakannya dalam skala besar di Jawa. Pengembangan tersebut salah satunya berkaitan dengan upaya menghadapi persoalan pangan pada masa itu.

Singkong kemudian menjadi salah satu sumber pangan penting bagi masyarakat Indonesia dan disebut menempati urutan pangan pokok ketiga setelah padi dan jagung. Selain dapat dikonsumsi sebagai makanan pokok, singkong juga banyak diolah menjadi berbagai makanan tradisional maupun produk pangan lainnya.

Dari sisi gizi, singkong mengandung karbohidrat kompleks yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh. Umbi ini juga mengandung vitamin C, serat, sedikit protein, serta mineral seperti kalium dan fosfor yang dapat mendukung fungsi tubuh, termasuk kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh.

Dalam setiap 100 gram singkong, terdapat sekitar 154 kilokalori energi, 36,8 gram karbohidrat, satu gram protein, dan 0,3 gram lemak. Singkong juga mengandung sekitar 31 miligram vitamin C, 394 miligram kalium, serta 24 miligram fosfor, dengan indeks glikemik yang tercantum sekitar 46.

Dengan kandungan gizi dan sejarah panjangnya sebagai bahan pangan masyarakat, singkong memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari pangan lokal Indonesia. Pengolahan dan konsumsi singkong secara tepat dapat menjadi salah satu upaya mengenalkan kembali kekayaan pangan Nusantara sekaligus mendukung pilihan pangan yang beragam bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....