Mulai Kurangi Gula, Ini Dampak yang Mungkin Dirasakan Tubuh
- 21 Sep 2026 13:50 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Menghentikan atau mengurangi konsumsi gula tambahan (added sugar) secara mendadak memberikan dampak signifikan terhadap metabolisme tubuh. Reaksi yang muncul terjadi secara bertahap, mulai dari fase penyesuaian yang menantang hingga peningkatan kesehatan jangka panjang.
Melansir dari Halodoc, gula yang terlalu banyak masuk ke dalam tubuh ini nantinya akan memunculkan rentetan masalah kesehatan, mulai dari diabetes hingga kesehatan otak. Lalu, kira-kira apa jadinya bila seseorang berhenti konsumsi gula, Berikut penjelasan para ahli.
- Kulit Lebih Sehat
Menjaga kesehatan kulit juga bisa dilakukan dengan membatasi asupan gula. Melansir Step To Health, gula memiliki efek dehidrasi karena meningkatkan produksi minyak kulit. Nah, bila kamu berhenti mengonsumsi gula, kulitmu akan lebih sehat, bahkan tampak lebih muda.
Menurut ahli, gula bisa mengurai kolagen dan mengurangi elastin di kulit seseorang. Padahal, kedua zat protein tersebut berfungsi untuk memberikan sifat elastis dan kekenyalan kulit.
Setelah satu minggu berhenti mengasup gula, akan ada serangkaian perubahan yang terjadi pada kulit. Misalnya, minyak kulit berkurang, kulit jadi lebih terhidrasi dan lembut, serta warna kulit akan membaik.
2. Suasana Hati Lebih Baik
Mengasup makanan manis memang menyenangkan, tapi sebenarnya konsumsi gula dikaitkan dengan tingkat depresi yang lebih tinggi. Enggak percaya? Menurut ahli gizi dari Amerika Serikat, sekaligus penulis No Excuses Detox: 100 Recipes to Help You Eat Healthy Every Day, gula bisa menyebabkan peradangan kronis yang berdampak pada sistem otak.
Nah, ketika kamu berhenti konsumsi gula selama satu atau dua minggu, suasana hatimu akan jadi lebih baik. Ada sebuah penelitian menarik yang dipublikasi The American Journal of Clinical Nutrition mengenai asupan gula berlebih. Menurut studi tersebut, wanita yang mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik yang tinggi, termasuk menambah gula ke dalam minuman atau makanan, cenderung rentan mengalami depresi daripada wanita yang lebih sedikit mengasup gula.
- Risiko Diabetes Semakin Berkurang
Mengurangi si manis ini, sama halnya mengurangi risiko diabetes pada tubuh. Bukan rahasia lagi kalau tingginya asupan gula bisa menyebabkan terganggunya fungsi insulin hingga menyebabkan penyakit diabetes. Menurut ahli, ketika kamu berhenti mengonsumsi gula, tubuh akan secara alami membuang racun atau menjalankan detoksfikasi alami.
Dalam dua jam pertama tanpa gula, pankreas akan mulai mengurangi produksi insulin dalam tubuh. Selain itu, hati akan membuang lebih banyak racun tubuh. Nah, proses ini akan berlangsung lebih lama bila tubuhmu resisten terhadap insulin. Misalnya, seperti kondisi pengidap pradiabetes, di mana tubuh enggak bisa menggunakan insulin dengan efektif.
- Kemampuan Mengingat Jauh Lebih Baik
Tingginya asupan gula juga bisa memengaruhi kesehatan otak, seperti menurunkan kemampuan kognitif. Kok bisa? Nah, level gula yang tinggi dalam tubuh ini, ujung-ujungnya bisa merusak komunikasi di antara sel-sel otak. Menurut studi dari The University of California, Los Angeles (UCLA), mengurangi konsumsi gula bisa meningkatkan kemampuan belajar dan mengingat.
- Sistem Imun Lebih Prima
Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh American Journal of Clinical Nutrition, kemampuan sel darah putih melawan bakteri bisa menurun hingga 50 persen, hanya dengan keberadaan 100 gram gula dalam darah. Efek ini bisa berlangsung selama lima jam. Selain itu, konsumsi gula berlebih juga bisa meningkatkan inflamasi pada tubuh, sehingga menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit. Misalnya seperti batuk dan pilek.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....