Benarkah Jalan Kaki Bisa Lebih Nyaman daripada Lari untuk Menurunkan Berat Badan
- 21 Sep 2026 13:54 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Jalan kaki sering dianggap sebagai olahraga sederhana yang kurang efektif dibandingkan lari. Padahal, untuk menurunkan berat badan, jalan kaki bisa menjadi pilihan yang baik, terutama bagi orang yang baru mulai berolahraga atau ingin melakukan aktivitas fisik secara rutin.
Penurunan berat badan pada dasarnya dipengaruhi oleh keseimbangan antara energi yang masuk dari makanan dan energi yang digunakan tubuh. Jalan kaki tetap membakar kalori, dan jika dilakukan secara rutin serta disertai pola makan yang sesuai, aktivitas ini dapat membantu menciptakan defisit kalori yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan.
Seperti dijelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP.
| Baca juga: Manfaat 5 Menit Jalan Kaki setelah Makan |
“defisit kalori itu tetap kunci utama untuk turunin berat badan, kalau misalnya mau jalan, lari, berenang, atau naik turun tangga sambil nyanyi dangdut, kalau total kalori yang masuk itu lebih besar dari yang keluar, berat badan Anda tidak akan ke mana-mana. Tapi kalau misalnya Anda obesitas, punya gangguan sendi, atau jantungmu belum siap untuk olahraga berat, jalan kaki itu bisa jadi pilihan terbaik. Karena aman, murah bisa dilakukan kapan saja dan hasilnya tetap nyata asal kamu konsisten”.
Salah satu keunggulan jalan kaki adalah intensitasnya lebih ringan dibandingkan lari. Aktivitas ini memberikan beban yang relatif lebih rendah pada persendian sehingga dapat terasa lebih nyaman bagi sebagian orang. Karena lebih mudah dilakukan, seseorang juga mungkin lebih mampu mempertahankan kebiasaan berjalan kaki dalam jangka panjang.
Meski begitu, bukan berarti jalan kaki selalu membakar kalori lebih banyak daripada lari. Pada durasi yang sama, lari umumnya menggunakan lebih banyak energi karena intensitasnya lebih tinggi. Namun, manfaat jalan kaki dapat menjadi besar apabila dilakukan lebih lama, lebih sering, atau dengan intensitas yang ditingkatkan secara bertahap.
“Lari bisa meningkatkan rasa lapar lebih cepat, sementara kalau misalnya kamu jalan kaki, walau kalori yang dibakar itu lebih sedikit per menitnya, tapi cenderung lebih sustainable alias lebih bisa dilakukan lebih lama, lebih sering dan lebih konsisten. Ada juga yang bilang jalan kaki itu pakai lemak sebagai sumber energi utama. Sedangkan kalau misalnya lari cepat itu cenderung pakai gula atau glikogen. Jadi, buat orang yang tujuannya ingin nurunin lemak tubuh, jalan cepat selama 45 sampai 60 menit bisa jadi strategi yang bagus”.
Agar jalan kaki lebih efektif untuk membantu menurunkan berat badan, cobalah berjalan dengan tempo cukup cepat sehingga napas dan denyut jantung meningkat, tetapi masih memungkinkan untuk berbicara. Durasi dan frekuensinya dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh, kemudian ditingkatkan secara perlahan seiring meningkatnya kebugaran.
Selain membantu penggunaan energi, jalan kaki juga dapat menjadi cara sederhana untuk meningkatkan aktivitas harian. Misalnya, memilih berjalan kaki untuk jarak yang dekat, menggunakan tangga daripada lift, atau menyempatkan berjalan setelah makan. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu meningkatkan total aktivitas fisik sehari-hari.
Pada akhirnya, jalan kaki bukan berarti lebih unggul daripada lari dalam membakar kalori, tetapi bisa lebih mudah dipertahankan oleh sebagian orang. Untuk menurunkan berat badan, olahraga yang dilakukan secara konsisten, pola makan seimbang, tidur cukup, dan kebiasaan hidup sehat tetap menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....