Puskesmas Ranai Perkuat Imbauan Air Hujan
- 20 Sep 2026 10:13 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna- Imbauan agar masyarakat tidak menampung dan menggunakan air hujan pertama setelah kejadian kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali disampaikan kepada warga. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi gangguan kesehatan akibat material sisa karhutla yang terbawa air hujan.
Air hujan yang turun pertama setelah karhutla berpotensi membawa partikel abu, asap, dan material lain yang masih berada di udara maupun lingkungan sekitar. Masyarakat diminta tidak terburu-buru menampung air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala UPTD Puskesmas Ranai, Nazri kepada RRI, Sabtu 19 September 2026, mengatakan masyarakat sebaiknya menunggu hingga hujan turun beberapa kali sebelum menampung air untuk digunakan. “Setelah terjadi karhutla sebaiknya air hujan pertama jangan langsung ditampung, tunggu sampai hujan berikutnya agar lebih aman digunakan,” ujar Nazri.
Menurut Nazri, air hujan pertama berpotensi membawa berbagai partikel dari udara yang tercemar akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian terutama apabila air akan digunakan untuk konsumsi atau kebutuhan rumah tangga.
Selain memperhatikan sumber air, masyarakat juga diminta menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap masih berlangsung. Warga yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan kesehatan lainnya dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Puskesmas juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air bersih yang sumber dan kualitasnya lebih terjamin. Hal ini penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama masa pemulihan pasca-karhutla.
Masyarakat diimbau tetap mengikuti perkembangan kondisi lingkungan dan arahan dari pemerintah maupun petugas kesehatan. Apabila kualitas udara masih buruk, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi dan penggunaan masker tetap diperhatikan.
Pemerintah bersama fasilitas kesehatan terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak karhutla. Dengan menjaga kebersihan air dan kesehatan keluarga, risiko gangguan kesehatan selama kondisi pasca-karhutla dapat diminimalkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....