Jangan Asal Minum, Ini Risiko Air yang Lama Tertinggal di Mobil

  • 16 Agt 2026 15:28 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Air minum yang ditinggalkan di dalam mobil, terutama saat cuaca panas, sebaiknya tidak dikonsumsi setelah terpapar dalam waktu lama. Meski air masih terlihat bening, kualitasnya belum tentu tetap sama karena suhu di dalam kabin mobil dapat meningkat sangat tinggi.

Dalam waktu sekitar satu jam, suhu di dalam mobil yang terparkir di bawah terik matahari dapat mencapai 50 hingga 56 derajat Celsius, bahkan lebih tinggi tergantung kondisi cuaca. Paparan panas dalam waktu lama dapat memengaruhi kualitas air minum sekaligus kondisi kemasannya.

Melansir dari unggahan Instagram @pmpupangan.bpom, botol air minum sekali pakai umumnya menggunakan plastik PET atau Polyethylene Terephthalate yang dirancang untuk kontak dengan pangan. Namun, kemasan tersebut tetap perlu digunakan sesuai peruntukan dan disimpan mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan.

Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat meningkatkan kemungkinan migrasi zat tertentu dari bahan kemasan ke dalam pangan atau minuman. Karena itu, air minum sebaiknya tidak disimpan terlalu lama di dalam kendaraan yang panas, khususnya di bawah paparan sinar matahari langsung.

Sementara itu, kekhawatiran mengenai mikroplastik yang dapat terlepas akibat paparan panas masih terus menjadi bahan penelitian. Hingga saat ini, belum terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mikroplastik dalam air minum kemasan secara langsung menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia.

Risiko lain perlu diperhatikan ketika botol air sudah dibuka. Air dapat terpapar mikroorganisme dari mulut maupun lingkungan, dan kondisi mobil yang panas dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme sehingga mutu air minum berpotensi menurun.

Untuk menjaga kualitas air minum, hindari meninggalkan botol terlalu lama di dalam mobil dan simpan di tempat yang teduh. Jika air sudah lama terpapar panas, sebaiknya gunakan air minum yang baru serta selalu perhatikan petunjuk penyimpanan yang tercantum pada kemasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....