Enam Fakta tentang Buah Durian yang Sebaiknya Diketahui
- 17 Sep 2026 09:54 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Durian mengandung serat, vitamin, mineral, dan kalium, tapi durian juga termasuk buah yang cukup padat energi. Jadi rahasianya itu bukan takut makan durian melainkan tahu kapan berhenti.
Ada tujuh fakta tentang durian yang sebaiknya kita tahu menurut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :
Pertama, durian itu ternyata buah yang sangat bergizi tetapi juga padat energi.
Dalam sekitar 100 gr daging durian itu terdapat kurang lebih 147 kilo kalori, sekitar 27 gram karbohidrat, lebih dari 5 gram lemak, dan hampir 4 gram serat. Durian juga mengandung kalium, vitamin C, beberapa vitamin B, serta berbagai senyawa tumbuhan.
Jadi kalau misalnya selama ini Anda menganggap durian itu hanya gula dibungkus duri itu juga terlalu menyederhanakan.
Kedua, manisnya durian itu bukan berarti durian itu harus dianggap sama dengan permen.
Buah itu memang mengandung gula alami, tetapi pada buah yang utuh, gula itu datang bersama air, serat, vitamin, mineral, dan struktur makanan yang harus dikunyah. Nah, itu berbeda dengan minuman manis yang biasanya gulanya itu bisa masuk dalam jumlah besar dalam beberapa tegukan.
Tetapi jangan dibalik juga menjadi kalau gula alami berarti bebas, karbo tetaplah karbo. Pada orang dengan diabetes atau yang sedang mengendalikan gula darah, jumlah yang dimakan tetap penting.
Menariknya, sebuah studi kecil itu pernah mengukur indeks glikemik durian sekitar 49, tapi indeks glikemik itu bukan surat izin untuk menghabiskan satu nampan durian, semakin besar porsinya, semakin besar pula total karbohidrat yang masuk. Jadi, orang dengan diabetes itu tidak otomatis haram makan durian yang harus diperhatikan adalah porsinya, total karbohidrat yang masuk, obat apa yang digunakan, apa sudah bagus, bisa ngontrol masalah gulanya dan respon gula darah tiap-tiap orang yang beda.
Ketiga, durian itu punya serat yang sering dilupakan orang.
Serat membantu membuat makanan itu mengenyangkan dan mendukung fungsi saluran cerna. Serat juga menjadi salah satu alasan kenapa makan buah utuh itu berbeda dengan minum sehari buahnya. Sekitar 100 gram durian itu mengandung hampir 4 gram serat.
Tapi jangan kemudian berpikir, "Kalau begitu saya makan 12 kilo supaya seratnya banyak," kalau tujuan Anda adalah menambah serat, masih ada jambu, pir, apel, buah beri, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Kita tidak harus mengejar kebutuhan serat melalui satu buah saja, prinsip gizi yang bagus itu hampir selalu sama, dan variasi itu selalu mengalahkan fanatisme terhadap satu jenis makanan.
Keempat, durian itu cukup tinggi kalium.
Bagi banyak orang ini tuh bagus, tetapi bagi sebagian orang justru perlu perhatian, kalium itu penting untuk kerja saraf, otot, dan sistem kardiovaskul. Pola makan yang kaya sumber kalium itu bisa merupakan bagian dari pola makan yang mendukung pengendalian tekanan darah.
Tapi ada pengecualian yang penting, kalau fungsi ginjal sudah sangat menurun, terutama pada gagal ginjal stadium lanjut, tubuh itu bisa kesulitan membuang kalium, dan adar kalium yang terlalu tinggi bisa mengganggu irama jantung. Jadi, nasehat buah itu sehat, makan sebanyak-banyaknya itu tidak berlaku untuk semua orang.
| Baca juga: Manfaat Makan Durian bagi Ibu Menyusui |
Kalau misalnya Anda punya penyakit ginjal dan pernah diminta untuk membatasi kalium, maka durian itu termasuk makanan yang porsinya itu perlu didiskusikan dengan dokter Anda atau ahli gizi yang menangani Anda.
Yang kelima, durian itu tidak mengandung kolesterol.
Nah, ini sering bikin orang kaget, kolesterol itu terdapat pada makanan hewani, sementara durian itu berasal dari tumbuhan sehingga tidak mengandung kolesterol seperti kuning telur, jeroan atau daging. Tetapi jangan berhenti mendengarkan sampai di situ lalu bilang, "Nah, kan dokter saja bilang durian itu bebas kolesterol."
Durian itu tetap mempunyai kalori dan lemak yang lebih banyak dibandingkan banyak buah lain. Kalau Anda makan durian dalam jumlah yang sangat besar di atas pola makan yang kalori totalnya itu memang sudah berlebihan, berat badan tetap bisa naik, dan berat badan yang berlebih dalam jangka panjang itu berkaitan dengan tekanan darah, diabetes, slip apnea, dan risiko kardiovaskular.
Jadi pertanyaannya bukan hanya ada kolesterol atau tidak, pertanyaan yang lebih bagus adalah berapa banyak yang saya makan dan makanan ini menggantikan apa?
Keenam, cara menikmati durian yang paling masuk akal adalah dengan memperlakukannya sebagai makanan yang memiliki kalori.
Jadi bukan kegiatan tanpa batas, kalau misalnya Anda sehat, tidak ada aturan medis universal bahwa orang itu hanya boleh makan tepat dua biji atau tiga biji. Ukuran satu pong durian itu bisa beda jauh, dan lebih masuk akal kalau Anda memperhatikan berat daging buah dan konteks makannya.
Kalau ingin belajar mengontrol porsi, sekali-kali coba timbang sekitar 100 gram daging durian di rumah, bukan supaya setelah itu Anda makan sambil membawa timbangan ke kebun durian. Tujuannya agar mata kita punya referensi, bahwa 100 gram durian tuh segini, kemudian lihat juga apa yang menemani durian itu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....