Batuk Tak Kunjung Reda? Kenali Makanan dan Minuman yang Bisa Memperparah Gejalanya
- 15 Sep 2026 15:13 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Batuk bisa terasa semakin mengganggu ketika tenggorokan sedang sensitif atau mengalami iritasi. Selain menjaga kondisi tubuh dan mengikuti pengobatan yang tepat, makanan dan minuman yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan, pasalnya beberapa jenis makanan dan minuman dapat memicu iritasi tenggorokan atau memperburuk keluhan pada sebagian orang. Lantas, makanan apa saja yang sebaiknya dihindari saat sedang batuk?
Dikutip dari laman www.siloamhospitals.com, berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat sedang batuk yang tak kunjung reda:
1. Makanan yang Digoreng (Gorengan)
Gorengan, terutama yang digoreng menggunakan minyak jelantah, merupakan makanan yang harus dihindari saat batuk kering. Pasalnya, minyak yang digunakan untuk menggoreng makanan berulang kali (minyak jelantah) akan menghasilkan senyawa akrolein, yaitu senyawa aldehid tak jenuh pemicu rasa gatal di tenggorokan. Di samping itu, tekstur kering dan kasar dari gorengan akan membuat dinding tenggorokan mengalami iritasi yang memperparah gejala batuk kering. Gorengan juga dapat merangsang kenaikan asam lambung yang memicu penyempitan saluran napas hingga menyebabkan refleks batuk.
2. Makanan Pedas
Selain gorengan, penderita batuk juga perlu membatasi konsumsi makanan pedas. Makanan pedas diketahui mengandung capsaicin yang dapat memicu refleks batuk dan meningkatkan jumlah lendir atau dahak sehingga dapat memperparah gejala batuk. Namun, di sisi lain zat capsaicin pada cabai juga memiliki sifat antiinflamasi, anti alergi, anti iritasi, dan anti jamur yang dipercaya dapat meredakan gejala batuk. Jadi, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu mengenai hal ini untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.
3. Makanan Manis
Makanan manis menjadi salah satu makanan yang harus dihindari saat batuk dan sakit tenggorokan karena kandungan gula di dalamnya dapat memperparah iritasi dan menyebabkan tenggorokan semakin gatal. Salah satu jenis makanan manis yang perlu dihindari adalah cokelat. Ketika mengonsumsi cokelat, makanan ini akan bercampur dengan air liur dan mengental sehingga menimbulkan rasa mengganjal di pangkal tenggorokan dan memicu reaksi batuk. Meski tidak menyebabkan batuk secara langsung, namun konsumsi makanan manis seperti cokelat tetap perlu dibatasi.
| Baca juga: Menjaga Kesehatan Tubuh saat Musim Hujan |
4. Susu dan Produk Olahannya
Makanan yang harus dihindari saat batuk berdahak selanjutnya adalah susu dan produk olahannya, seperti keju dan yoghurt. Mengonsumsi susu dan produk olahannya dapat memperparah gejala batuk, terlebih penderita yang telah mengalami infeksi atau peradangan sebelumnya. Produk olahan susu dapat memicu produksi dahak dan pembentukan lendir pada saluran pernapasan. Maka dari itu, penderita sebaiknya menghindari asupan susu ataupun produk olahannya sementara waktu untuk mempercepat proses penyembuhan.
5. Makanan Olahan
Makanan yang harus dihindari saat batuk selanjutnya adalah makanan olahan, seperti keripik atau fast food. Makanan olahan cenderung tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, di mana nutrisi berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh yang bertugas melawan infeksi penyebab batuk.Oleh karena itu, penderita batuk sebaiknya mengonsumsi makanan dengan nutrisi lengkap untuk meningkatkan imun tubuh, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, ikan, atau daging. Salah satu menu makanan yang disarankan adalah sup hangat. Rasa hangat dari kuah sup diketahui dapat melegakan tenggorokan dan mengencerkan dahak, sehingga membantu meringankan gejala batuk.
| Baca juga: Autoimun, Kenali Gejalanya |
6. Makanan Pemicu Alergi
Batuk tidak hanya dapat disebabkan oleh infeksi virus, tetapi bisa juga dipicu oleh masalah kesehatan tertentu, seperti asma yang berkaitan dengan reaksi alergi seseorang. Pada beberapa kasus, gejala batuk akibat asma disebabkan oleh makanan atau minuman yang mengandung alergen, seperti makanan laut, kacang-kacangan, susu, atau telur. Itulah sebabnya, Anda perlu mengenali sekaligus menghindari jenis makanan dan minuman penyebab alergi.
7. Minuman Berkafein
Tak hanya makanan, minuman berkafein rupanya juga dapat menyebabkan tenggorokan kering yang memicu rasa gatal. Kondisi ini tentunya membuat penderita tidak nyaman serta memperparah gejala batuk. Maka dari itu, sebaiknya batasi konsumsi minuman berkafein, seperti kopi, soda, atau teh, saat sedang batuk. Sebagai gantinya, perbanyak asupan air mineral kurang lebih dua liter per hari untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan menenangkan tenggorokan.
Memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi saat batuk dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada tenggorokan. Namun, respons setiap orang bisa berbeda, sehingga makanan yang memicu batuk pada seseorang belum tentu memberikan efek yang sama pada orang lain. Jika batuk berlangsung lama, semakin parah, atau disertai gejala lain, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....