Makanan Higienis Belum Tentu Aman, Waspadai Kontaminasi Bakteri

  • 14 Sep 2026 12:14 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Makanan yang terlihat bersih dan higienis belum tentu sepenuhnya aman untuk dikonsumsi. Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah kondisi kesehatan orang yang mengolah dan menyajikan makanan atau yang disebut penjamah makanan.

Melansir dari @prodia_ohi, penjamah makanan dapat menjadi pembawa atau carrier bakteri patogen tanpa menunjukkan gejala penyakit. Kondisi tersebut membuat seseorang tampak sehat, tetapi tetap berpotensi menularkan bakteri berbahaya melalui makanan yang ditangani.

Tiga bakteri patogen yang perlu diwaspadai adalah Salmonella, E. coli, dan Shigella. Salmonella dapat menyebabkan demam tifoid dan gastroenteritis, dengan gejala antara lain demam, diare, mual, serta kram perut.

Sementara itu, E. coli dapat memicu infeksi saluran pencernaan dan diare berat. Gejalanya dapat berupa kram perut, diare berair hingga berdarah, serta muntah, sedangkan Shigella merupakan bakteri penyebab disentri yang sangat mudah menular dan dapat menimbulkan diare berdarah, demam, serta nyeri perut.

Kontaminasi bakteri pada makanan dapat terjadi karena pengolahan yang tidak higienis, kontak langsung penjamah yang terkontaminasi dengan makanan, penggunaan air yang tidak bersih, maupun peralatan masak yang tidak dibersihkan dengan baik. Karena itu, penerapan kebersihan tangan, peralatan, air, dan lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan.

Keberadaan bakteri pada penjamah makanan tidak selalu dapat diketahui hanya dari kondisi fisik atau munculnya gejala. Pemeriksaan laboratorium, salah satunya melalui rectal swab sesuai kebutuhan dan ketentuan pemeriksaan, dapat digunakan untuk membantu mendeteksi keberadaan bakteri tertentu.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin penting dilakukan terutama bagi juru masak dan karyawan dapur di hotel, restoran, serta kafe, pekerja katering dan kantin perusahaan, penjamah makanan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan, pekerja industri pengolahan makanan dan minuman, serta seluruh pihak yang terlibat langsung dalam penyiapan dan penyajian makanan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya melindungi konsumen sekaligus mendukung penerapan standar keamanan pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....