Waspadai Risiko Telur Setengah Matang dan cara mengolahnya
- 20 Jun 2026 22:20 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Telur setengah matang menjadi salah satu makanan favorit banyak orang karena teksturnya yang lembut dan cita rasanya yang khas. Selain mudah diolah, telur juga dikenal sebagai sumber protein, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.
Namun, konsumsi telur yang belum matang sempurna perlu diperhatikan karena dapat menimbulkan risiko kesehatan. Melansir dari laman Alodokter, telur setengah matang berpotensi terkontaminasi bakteri Salmonella yang dapat ditemukan pada bagian dalam maupun kulit telur. Bakteri tersebut tidak mengubah rasa, warna, maupun aroma telur, sehingga keberadaannya sulit dikenali tanpa proses pemasakan yang tepat.
Infeksi bakteri Salmonella dapat menyebabkan berbagai keluhan, mulai dari mual, muntah, diare, kram perut, sakit kepala hingga demam. Pada sebagian orang, gejala tersebut dapat berlangsung selama beberapa hari dan memerlukan penanganan medis apabila kondisi semakin memburuk.
Kelompok tertentu diketahui lebih rentan mengalami komplikasi akibat infeksi Salmonella. Ibu hamil, bayi, anak-anak, lansia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah disarankan menghindari konsumsi telur setengah matang karena risiko infeksi yang lebih tinggi.
Telur setengah matang tetap memiliki kandungan gizi yang dapat membantu memberikan energi, meningkatkan rasa kenyang lebih lama, serta mendukung konsentrasi. Manfaat tersebut bisa diperoleh apabila telur diolah dengan benar dan dikonsumsi secara aman.
Untuk mengkonsumsi telur setengah matang,Disarankan memilih telur yang masih segar, memiliki cangkang utuh, dan menyimpannya di dalam lemari pendingin sebelum digunakan. Telur juga sebaiknya dicuci sebelum dimasak untuk mengurangi kemungkinan adanya bakteri pada permukaan kulit telur.
Untuk mengurangi risiko kontaminasi, telur dianjurkan dimasak hingga bagian putih telur benar-benar padat. Selain itu, makanan berbahan telur sebaiknya segera dikonsumsi dan tidak dibiarkan berada pada suhu ruangan terlalu lama agar bakteri tidak berkembang.
Apabila setelah mengonsumsi telur setengah matang muncul gejala seperti diare berat, muntah terus-menerus, demam tinggi, atau terdapat darah pada tinja, masyarakat dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter. Dengan pengolahan yang tepat dan memperhatikan kebersihan, manfaat telur dapat diperoleh tanpa mengabaikan faktor keamanan pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....