Minyak Goreng Bekas Masih Bisa Dipakai, Kenali Batas Amannya

  • 02 Sep 2026 20:37 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Minyak goreng yang sudah digunakan untuk menggoreng makanan masih boleh disimpan dan digunakan kembali. Namun, penggunaannya perlu dibatasi agar kualitas minyak tetap terjaga dan tidak berisiko bagi kesehatan.

melansir dari @bpom_ri, minyak yang dipanaskan berulang kali dapat mengalami penurunan kualitas. Proses pemanasan dan paparan udara memicu oksidasi yang menghasilkan senyawa hasil kerusakan minyak, seperti peroksida dan aldehida.

Ada beberapa tanda yang menunjukkan minyak goreng mulai rusak. Di antaranya minyak lebih cepat berasap saat digunakan, warnanya semakin gelap, serta muncul bau tengik yang berbeda dari aroma minyak saat masih baru.

Untuk menjaga kualitasnya, minyak goreng sebaiknya digunakan kembali maksimal dua hingga tiga kali. Setelah digunakan, saring minyak untuk menghilangkan sisa makanan dan simpan dalam wadah yang bersih serta tertutup.

Penggunaan minyak juga sebaiknya dilakukan dengan suhu sedang dan hindari mencampurkan minyak lama dengan minyak baru. Cara tersebut dapat membantu mengurangi kerusakan minyak akibat pemanasan berulang.

Minyak goreng harus segera diganti jika warnanya sudah sangat gelap, berbusa ketika dipanaskan, berbau tengik, atau teksturnya terlihat lebih kental. Kondisi tersebut menunjukkan kualitas minyak sudah menurun sehingga tidak lagi layak digunakan untuk memasak.

Pemakaian minyak yang kualitasnya sudah rusak secara berulang dapat meningkatkan paparan senyawa hasil oksidasi dan berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan. Sementara itu, minyak jelantah sebaiknya tidak dibuang ke saluran air, melainkan disimpan dalam wadah tertutup dan disalurkan kepada pengelola minyak jelantah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....