Tips Menenangkan Bayi saat Rewel
- 19 Agt 2026 09:34 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Bayi menangis atau rewel merupakan hal yang wajar karena menangis adalah salah satu cara bayi berkomunikasi ketika merasa lapar, tidak nyaman, lelah, atau membutuhkan perhatian. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), orang tua sebaiknya tidak langsung menganggap bayi menangis karena “manja”, sebab bayi belum mampu memaksakan kehendak melalui tangisan. Respons orang tua yang cepat dan tepat justru dapat membantu bayi merasa aman dan nyaman.
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mencari tahu penyebab bayi rewel. Periksa apakah bayi lapar, popoknya basah, kepanasan atau kedinginan, mengalami ruam, atau sedang merasa tidak nyaman. IDAI juga menjelaskan bahwa alergi maupun gangguan pencernaan dapat menjadi salah satu penyebab bayi menangis, sehingga orang tua perlu memperhatikan kondisi bayi secara menyeluruh sebelum menentukan cara menenangkannya.
Jika bayi membutuhkan kenyamanan, orang tua dapat menggendong dan mendekapnya dengan lembut. Sentuhan dan kedekatan dengan orang tua dapat membantu membangun rasa aman serta memperkuat ikatan emosional antara bayi dan pengasuh. Menggendong sambil berjalan perlahan, mengelus dengan lembut, atau berbicara dengan suara tenang juga dapat dicoba selama bayi menunjukkan respons yang nyaman.
Bayi juga dapat menjadi rewel karena terlalu banyak rangsangan dari lingkungan,suara televisi, radio, keramaian, cahaya, maupun perubahan suhu dapat membuat sebagian bayi merasa tidak nyaman. Karena itu, ketika bayi sulit ditenangkan, orang tua dapat mencoba memindahkannya ke tempat yang lebih tenang dan nyaman, mengurangi suara bising, serta memberikan waktu bagi bayi untuk beristirahat.
Pada sebagian bayi, tangisan yang sulit dihentikan dapat berkaitan dengan kolik infantil,menurut IDAI, kolik umumnya muncul pada usia sekitar 2 minggu hingga 4 bulan dan dapat ditandai dengan tangisan hebat yang muncul berulang, terutama pada sore atau malam hari. Mendekap bayi dan memberikan sentuhan lembut dapat membantu membuatnya lebih nyaman, meskipun kolik pada umumnya akan membaik seiring bertambahnya usia.
Pijat bayi juga dapat menjadi salah satu bentuk stimulasi, tetapi harus dilakukan ketika bayi berada dalam kondisi nyaman. IDAI menekankan bahwa pijatan tidak boleh dipaksakan ketika bayi menangis atau menunjukkan tanda tidak nyaman. Jika bayi menangis saat dipijat, hentikan terlebih dahulu dan periksa kemungkinan penyebabnya, seperti lapar, buang air, atau posisi yang membuat bayi tidak nyaman.
Kecukupan tidur juga penting karena bayi yang mendapatkan tidur cukup cenderung lebih bugar dan tidak mudah rewel. Orang tua sebaiknya memperhatikan tanda-tanda bayi mulai mengantuk dan menciptakan suasana tidur yang tenang. Ketika bayi sulit tidur dan mulai menangis, orang tua dapat memberikan sentuhan lembut, menggendong dengan tenang, serta menjaga lingkungan tetap nyaman tanpa memberikan terlalu banyak rangsangan.
Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga ketenangan orang tua. Ketika tangisan bayi berlangsung lama, rasa lelah dan frustrasi dapat meningkat,IDAI mengingatkan bahwa jika orang tua mulai merasa marah atau kehilangan kendali, bayi sebaiknya diletakkan di tempat tidur yang aman dan orang tua mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri. Bayi tidak boleh diguncang, karena guncangan keras dapat menyebabkan cedera otak dan kondisi yang serius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....