Tips Aman Menggunakan Popok Kain untuk Bayi

  • 21 Agt 2026 18:41 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna-Popok kain dapat menjadi pilihan bagi orang tua karena dapat dicuci dan digunakan kembali. Selain lebih hemat, popok kain umum.

Saat memilih popok kain, pastikan bahannya mudah menyerap cairan dan ukurannya sesuai dengan tubuh bayi. Popok yang terlalu ketat dapat meningkatkan gesekan dan membuat bayi tidak nyaman, sedangkan ukuran yang terlalu longgar dapat menyebabkan kebocoran.

Popok kain cenderung lebih mudah bocor sehingga perlu lebih sering diganti dibandingkan beberapa jenis popok lainnya. Alodokter menyarankan agar popok kain segera diganti setelah bayi buang air kecil atau buang air besar agar kulit tidak terus-menerus berada dalam kondisi lembap.

Popok yang basah atau kotor dan dibiarkan terlalu lama dapat meningkatkan risiko ruam popok. Karena itu, orang tua sebaiknya memeriksa kondisi popok secara berkala dan segera menggantinya jika sudah basah atau terkena tinja.

Setiap kali mengganti popok, bersihkan area bokong dan sekitar alat kelamin bayi dengan lembut. Alodokter menyarankan penggunaan air dan kain yang lembut, kemudian kulit dikeringkan dengan cara ditepuk perlahan, bukan digosok.

Pastikan kulit bayi sudah benar-benar bersih dan kering sebelum memasangkan popok kain yang baru. Jika diperlukan, penggunaan krim pelindung kulit dapat membantu melindungi kulit dari kelembapan dan mengurangi risiko iritasi.

Popok kain yang terkena tinja sebaiknya dipisahkan dari cucian lainnya untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri. Sebelum dicuci menggunakan deterjen, buang atau siram tinja yang menempel hingga bersih, kemudian cuci popok sesuai petunjuk perawatan bahan.

Gunakan deterjen yang lembut atau khusus bayi, terutama jika bayi memiliki kulit sensitif. Setelah dicuci, popok perlu dibilas setidaknya dua kali agar sisa deterjen hilang karena residu sabun dapat mengiritasi kulit bayi.

Pelembut pakaian sebaiknya tidak digunakan untuk mencuci popok kain. Selain berpotensi mengiritasi kulit bayi yang sensitif, pelembut dapat mengurangi kemampuan kain dalam menyerap cairan.

Pemutih pakaian juga sebaiknya dihindari karena dapat mengiritasi kulit bayi. Jika menggunakan produk pencuci tertentu, perhatikan petunjuk pada label popok dan pilih bahan pembersih yang lembut serta sesuai untuk perlengkapan bayi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....