dr. Saga Ingatkan Bahaya Sedokard saat Serangan Jantung

  • 11 Agt 2026 13:27 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Ketidaktahuan masyarakat dalam menangani serangan jantung seringkali berujung pada tindakan yang justru membahayakan nyawa pasien. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah pemberian obat pelebar pembuluh darah seperti Sedokard secara sembarangan.

Di Podcast wawancanda dr. Saga Sabara menjelaskan bahwa meskipun obat ini efektif untuk nyeri dada tertentu, penggunaannya memiliki risiko yang sangat besar jika tidak diawasi dokter. Obat ini bekerja dengan melebarkan pembuluh darah, yang secara otomatis dapat menurunkan tekanan darah secara drastis dalam waktu singkat.

Jika seorang pasien sedang mengalami serangan jantung dengan kondisi tensi yang sudah rendah, pemberian obat ini bisa berakibat fatal. Pasien dapat langsung kehilangan kesadaran atau pingsan karena aliran darah ke otak terhenti akibat penurunan tensi yang tiba-tiba.

Banyak orang tua atau pasien lama yang menyimpan obat ini di kantong mereka sebagai langkah berjaga-jaga tanpa memahami profil risikonya. dr. Saga mengingatkan bahwa protokol penanganan serangan jantung di jalanan saat ini sudah mengalami banyak perubahan dibandingkan beberapa tahun lalu.

Sebagai alternatif yang lebih aman bagi orang awam di situasi darurat, ia menyarankan penggunaan pengencer darah ringan seperti Aspilet. Obat ini bekerja mencegah pembekuan darah lebih lanjut tanpa memberikan efek penurunan tekanan darah yang se-ekstrem obat pelebar pembuluh darah.

Namun, langkah yang paling tepat adalah segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat yang memiliki fasilitas emergency. Jangan pernah mencoba menjadi dokter dadakan dengan memberikan obat-obatan keras kepada orang yang sedang mengalami serangan jantung tanpa diagnosa medis.

Edukasi mengenai pertolongan pertama pada serangan jantung harus dipahami secara mendalam oleh seluruh anggota keluarga. Pemahaman yang benar mengenai fungsi obat dapat membedakan antara tindakan menyelamatkan nyawa atau justru mempercepat kematian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....